Simply da Flores
…
Fakta kreasi dan inovasi terjadi
Manusia menggunakan kemampuan nalarnya untuk menghasilkan berbagai teknologi dan sarana
Manusia juga menentukan pilihan selera, manfaat dan nilai serta tujuan pribadi dan kelompok
Ada yang dijalankan secara spontan dan diam-diam
Ada yang ditampilkan terang benderang
bahkan ditetapkan dengan hukum aturan
Termasuk soal relasi sosial antar pribadi dan jenis kelamin
Ada kelompok yang menjalankan pernikahan sesama jenis
perempuan dengan perempuan
atau laki-laki dengan laki-laki
Waria dengan waria
Lalu menuntut negara melindunginya secara hukum positif
Di zaman digital milenial ini
Ada lagi yang menuntut undang-undang yang menyetujui bahwa tidak tabu lagi inses
yaitu kakak dan adik boleh menikah
Ibu dan anak laki-laki
ayah dan anak perempuannya boleh menikah
Ada yang sekarang diproklamasikan sebagai kota bebas perdagangan seks publik
dan lokasi serba telaniang
Artinya dalam perjalanan, ke mana saja, di pasar, di lapangan bola
kalau butuh sex maka bisa dibeli dan dinikmati
kapan saja dengan siapa saja tanpa masalah
Intinya ada kesepakatan para pihak
entah transaksi jual beli atau suka sama suka
Gemerlap zaman milenial menawarkan
bahwa perilaku kebinatangan dimaklumi
dan meminta negara melegalkan secara hukum
Perilaku relasi seks manusia dengan hewan
Di zaman milenial dengan kebebasan di zaman milenial
dengan pilihan perilaku seperti di atas
maka informasi seperti film porno
diperbolehkan umum
termasuk di lingkungan sekolah dan anak-anak
Sarana digital milenial zaman now
telah membuka sekat norma dan bebas bagi siapa saja mengakses dengan kecanggihan media informasi digital
Benteng etika, moral dan agama diterobos
Ada perilaku anomali dan kebinatangan diperdagangkan
demi kepentingan bisnis dan kenikmatan nafsu
Maka otorisasi prostitusi anak di bawah umur dituntut dengan sejuta argumen pembenaran ada yang menyatakan bahwa setiap gadis muda di bawah umur boleh merasakan kenikmatan seksual
tidak ada yang harus membelanya dan membatasinya
Itu hak anak dan nyatanya terjadi di dunia prostitusi dan perdagangan orang
Zaman digital milenial berwarna -warni
Kilau kenikmatan selera dan nafsu
Gemerlap anomali pikiran dan kepentingan
Tsunami kreasi nilai dan orientasi yang menuntun perilaku
Hal yang menjadi tradisi dan warisan luhur diterjang
Prinsip hakiki digugat dan dihancurkan
Manusia sedang dan akan mencintai lima hal dan melupakan lima hal
Manusia menyukai kenikmatan dunia dan melupakan kematian serta hari kiamat.
Manusia hanya mencintai uang dan melupakan hari pertanggungjawaban bagaimana mereka memperoleh dan membelanjakan uang
Manusia takut pada hal-hal yang diciptakannya dan melupakan Sang Maha Penciptanya.
Manusia menyukai harta dan rumah yang indah dan melupakan kuburan mereka
Manusia lebih mencintai hawa nafsu dan lupa mencari kedamaian nurani sanubari jiwanya
Iman, Tuhan ditinggalkan bahkan menjadi alat perdagangan.
Dirinya dan selera dijadikan Tuhan
dan nanti akhirnya menjadikan diri hamba teknologi ciptaannya
sebagai surga dan tujuan hidup
Mungkin pantas dipikirkan dan direnungkan
Kita terima nafas dan kehidupan cuma-cuma
Kasih sayang dan kerahiman Allah diberikan juga tanpa batas
Jaminan kehidupan akhirat pun disiapkan tanpa bayar
Alam lingkungan disiapkan gratis bagi kehidupan
Nilai hakiki dan luhur pun diberitakan dan diwariskan cuma-cuma
Namun,
belum tentu diminati dan selalu diperjuangkan setiap pribadi dalam hidup
Sebaliknya…
aneka kebutuhan yang harus kerja keras dan dibayar mahal
justru begitu memacu kemauan untuk didapatkan
Apalagi yang berkenaan dengan selera dan hasrat nafsu
seperti rokok, minuman alkohol, obat terlarang, hiburan dan seks
Juga jabatan, gengsi dan harta kekayaan
Lalu ada pertanyaan menggugat diri
mengapa kebutuhan hasrat dan selera berani dibayar mahal
sedangkan
kebutuhan nurani sanubari jiwa
meskipun gratis dan murah
tetapi lebih banyak diabaikan
Teknologi digital di zaman milenial menawarkan semuanya
Manusia punya kehendak bebas untuk memilih dan memutuskan
apa yang terbaik bagi dirinya di dunia
dan nanti setelah kembali menghadap Ilahi
…

