Simply da Flores
…
1.
Pesona Dasyat Uang
Kertas yang tercetak angka dan kata
dihiasi sejumlah simbol lainnya
ditetapkan dengan aturannya
Lalu disebut sebagai uang
ada di berbagai negara dunia
Ternyata uang begitu mempesona
Faktanya dasyat penuh energi
Mampu membius semua manusia
berjuang memilikinya dan berjibaku mencarinya
Memang uang bukan segala-galanya
tetapi hampir semua membutuhkan uang
Dan tanpa uang
maka lahir banyak masalah
Demi uang maka segala cara dilakukan
Bahkan karena uang itu
orang bisa membunuh dan melakukan aneka kejahatan
Harga diri, moral, iman sering diabaikan serta dijual demi uang
2.
Uang dan Kekuasaan
Pemilu 2024 baru saja dilewati
Sekarang sedang proses pilkada
Tujuannya merebut takhta kekuasaan
dengan aneka kemasan kata bijaksana
Dan
senjata yang paling ampuh adalah uang
Angka dan kata dalam uang itu
juga aneka janji manis serta kata-kata bijak cuci
menerjang dan melumpuhkan jiwa raga rakyat sahaja
Demi meraih kemenangan takhta kuasa
segala cara berani dilakukan manusia
Kekuasaan diperjuangkan dengan jumlah uang banyak
agar memiliki takhta kewenangan jabatan
Sehingga bisa mengatur manusia
bisa mengurus anggaran hak rakyat
bisa mengolah sumber daya alam negara
Bisa melahirkan budaya korupsi, kolusi dan nepotisme
Bisa mempermainkan hukum dan aturan
Dan
ketika sudah merebut kuasa jabatan
biasanya orang terus menjaga agar tetap langgeng berkuasa
atau merebut jabatan lain yang lebih besar
Uang dan takhta jabatan
selalu begitu menarik untuk dimiliki dan dipertahankan
Keduanya selalu bersahabat dan kawin
3.
Agama dan Sumpah Jabatan
Tokoh agama dihadirkan saat pelantikan jabatan
Kekuasaan dan kewenangan didoakan
Pejabatnya disumpah sesuai agamanya
Alkitabnya dipegang saat sumpah
Kata-kata sumpah lantang diucapkan
Tetapi
Lahirlah penyalahgunaan jabatan
Terjadilah penyelewengan kewenangan
Nyatanya hukum dan aturan dipermainkan
Terciptalah budaya korupsi bersemi
Dalam pengadilan ada kalimat sakral
“Keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”
Tetapi keputusan para hakim di Pengadilan
“Berdasarkan pertimbangan hati nurani hakim”
Jadi bukan atas fakta kebenaran obyektif
dan demi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia
Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa
Jabatan negara dan kewenangannya
ternyata sering disalahgunakan
demi memperkaya diri dan kelompok
Karena didapat dengan ongkos uang yang besar
Hukum aturan serta pengadilan
sering bukan untuk menjamin hak dan kewajiban
serta menciptakan keadilan kebenaran
Tetapi untuk dijadikan alat meraih kekayaan pejabat serta pemilik modal
Takhta jabatan didapat dengan uang
demi uang, kekayaan dan gengsi
Hukum dan aturan
tumpul ke atas dan tajam ke bawah
juga sering diperjual-belikan demi kelanggengan takhta kekuasaan serta kekayaan
Bahkan
agama dan iman pun dipermainkan
demi kekuasaan, kekayaan dan gengsi
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

