Simply da Flores
…
1. Pesona Metropolitan
Ribuan botol plastik, tisue dan kemasan makanan minuman
berpesta ria dari pelataran Monas dan jalanan Ibukota
Rezeki emas bagi para pemulung
beban kerja bagi petugas kebersihan
Ribuan masyarakat hilir mudik berjubel
mata diterpa pesona gemerlap lampu
tangan ingin meraih emas di puncak Monas
Lelah dahaga, lara lapar dibawa pulang
seribu tanya tanpa jawaban
Hadir di perayaan HUT 497 Kota Jakarta
2. Nasib Kedaulatan Rakyat
Bus Transjakarta penuh sesak
lantaran ongkos penumpang hanya 1 rupiah
Ada anak menjerit terjepit
Ada yang mabuk kekurangan oksigen
Kendaraan online tak bisa diakses
katanya sedang mencari pengemudi
Para calon penumpang ditawari harga off-line
yang ternyata sangat mahal harganya
bagi masyarakat kecil sederhana
Untuk memilih antara ongkos kendaraan pulang atau beli beras dan jajan anak
DKI Jakarta juga ada pilkada
Petinggi parpol adu strategi siapkan calon
Ada yang jagokan pemimpin lama
Ada yang kemas calon pemimpin baru
semua terjadi di ruang khusus ber-AC
Sedangkan rakyat pemilih tunggu digiring dengan sembako dan uang saweran
serta kemasan konten media dan janji manis
Ini metropolitan kuali raksasa kepentingan
Segala kemungkinan bisa terjadi
mewarnai aneka perubahan kebijakan
mereka yang kuat modal dan kuasa
3. Tergusur dari Akar Leluhur
Polusi dan kemacetan terus terjadi
metropolitan masih berlenggak lenggok
Gemerlap pesona seribu peluang
menggoda berjuta pribadi meraih cita
Ondel-ondel miris lara mengembara
jadi pengamen meraih remah rezeki
Karena pemiliknya tersisih dari tanahnya
Orang Betawi dipinggirkan kekuatan modernisme
Oleh pemodal dan penguasa politik
atas namai bangsa dan NKRI
Mungkin HUT 497 Kota Jakarta
tak lagi merayakan Ibukota NKRI
Karena diagendakan tahun ini
perayaan HUT NKRI akan dibuat di Ibukota Nusantara
Meskipun
ramai di sosmed berita soal kasus tanah rakyat
Jerit tangis warga atas hak lahannya
katanya belum dapat ganti untung
seperti yang dikumandangkan Presiden Jokowi
Semoga di Ibukota Nusantara
nasib orang Dayak tidak terpinggirkan
dan menjadi tergusur atas nama kepentingan bangsa dan NKRI
Demi Pembangunan Nasional yang adil makmur
Entah untuk siapa
4. Kuali Raksasa Perjumpaan
Kota Jakarta rayakan HUT 497
sekarang panjang berwarna-warni
Kuali raksasa memasak perjumpaan
Atas nama kepentingan ekonomi
dari zaman tradisional, kolonial hingga milenial
Atas nama kepentingan bangsa
dari zaman komunitas adat, kerajaan hingga kemerdekaan NKRI
Fakta pengalaman sudah tercatat
suka duka terus menjadi pengalaman
Sukses dan gagal silih berganti
roda kehidupan masih terus berputar
mengiringi jalannya waktu hukum alam
Jakarta kota metropolitan
telah merayakan HUT 497
dan sudah mengajar banyak makna hikmah
bagi warga Betawi yang tergusur
bagi semua anak negeri yang datang
bagi penguasa politik zaman NKRI
bagi semua pemilik modal dan konglomerat
Bahwa semua saling membutuhkan
tetapi sering masyarakat dikorbankan
seperti sampah dan polusi yang terjadi
5. Antara Jakarta dan IKN
Kebijakan sudah dibuat dan berjalan
Dari Betawi pindah ke Kalimantan
Jakarta Ibukota NKRI menjadi Nusantara
demi sejarah baru bangsa dan negara
demi pemerataan pembangunan bangsa
demi cita-cita keadilan kesejahteraan
demi hapuskan airmata lara derita
demi menyongsong Indonesia Emas
Dan
Air tanah dari seluruh pelosok NKRI
jadi doa dan prasasti sakral di IKN
jadi fondasi lembaran sejarah Indonesia
Semoga tidak ada polusi dan sampah
Tidak ada penggusuran dan derai air mata
Warga negara dan penduduk asli tanah Dayak
seperti pengalaman rakyat Betawi
dalam perjalanan Kota Jakarta 497 tahun
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

