Simply da Flores
…
Sambil mengisap rokok kretek
kududuk di halaman pondok bambu
Kudengarkan gurauan uap kopi
dan berkas cahaya fajar pagi
Sambil menyalami sang cahaya
Uap kopi lontarkan kata canda
“Hai, sahabat
Mengapa engkau tak lelah berkelana
selalu setia pancarkan cahayamu
pada alam semesta dan manusia
Padahal banyak yang tidak peduli
apalagi syukuri manfaat yang kauberi”
Lalu cahaya fajar membalas
dengan senyum dan kata lembut
“Saya kagum padamu kopi
Hitam legam dirimu diminati
Bahkan ada yang tak berdaya
kalau tidak bertemu dan rasakan dayamu
dan menjadi tergantung padamu”
Lalu berdua berpisah tinggalkan cerita
nanti esok bertemu lagi katanya
Karena
Setiap pagi aku pasti disini
nikmati kopi panas pahit
memulai hari baru terjadi
untuk bisa berlari mengejar mimpi
untuk berkelana melukis arti
pada lembar halaman waktu
pada setiap jejak langkahku
Selama ada desah nafasku
Kisah kopi dan cahaya fajar
tinggalkan damba dan tanya
pada desah rindu jiwa raga
tentang mimpi dan fakta
tentang gelap pekat misteri diri
tentang sinar cahaya harapan
tentang pesona kesadaran diri
pada fakta dan pengalaman
melangkah di waktu jagat semesta
Entah sampai kapan
…

