Simply da Flores
…
1.
Sang Maha Nafas
Wahai, Sang Maha Diam
telingaku tak mampu dengar suara-Mu
Desah nafasku fakta ada-Mu
merangkul jiwa ragaku abadi
Entah hidup atau mati
Entah aku sadari atau abaikan
Entah bersyukur atau hujat mencaci
Entah aku baik atau jahat
Entah aku kelola diri atau membiarkan saja
Ya, Sang Maha Nafas…
terima kasih aku bisa sadari ada-Mu
Syukur saat ini aku bisa berterima kasih
Meskipun Engkau tak peduli syukur dan terima kasih-ku
seperti nafasku pada angin dan badai taufan
Engkau Maha Sempurna
dan aku hanya setitik embun dalam Maha ada-Mu
sebutir pasir di samudra hadir-Mu
2.
Sang Maha Kata
Ya, Sang Maha Kata
aku merangkai jutaan kata doa aneka bahasa
hanya menyentuh alas telapak ada-Mu
Meski dengan aneka ritual dan sesaji sembah
dalam sejuta tanya dan damba
Ya, Sang Maha Sabda
Setiap waktu jutaan kata menyapa pada-Mu
seperti guliran sebutir pasir di samudra raya
Rangkaian mantra didaraskan sakral
seperti sehelai uap membelai angkasa raya
Hanya diam termangu di sudut jiwa
Aku yakin Engkau Maha Mendengarkan
karena aku tak terpisahkan dari-Mu
3.
Sang Maha Nama
Sujud mencium debu tanah
ada seribu nama-Mu tertulis di sana
Tengadah menatap langit angkasa
ada terukir jutaan nama di sana
Dalam sunyi mendengarkan suara
tak terbatas nama untuk hadir-Mu
Kumpulan semua kata bahasa manusia
tak mampu merangkul ada-Mu
apalagi menyatukan nama-Mu
Ya, Sang Maha Nama
apakah Engkau butuhkan nama
adakah hadir-Mu perlu dinamai
mampukah bahasa manusia menamai-Mu
Nama-Mu adalah Maha Nama
Nama-Mu adalah Tanpa Nama
karena bahasa kami sangat terbatas
4.
Engkau Sang Tak Terkatakan
Dalam saat keramaian
aku yakin ada-Mu
setia menjelma dan terus menjadi
Saat sunyi sepi hening
aku percaya hadir-Mu
terus berkreasi dan berinkarnasi
Dalam luas samudra nirmala
Engkau pasti hembuskan desah nafas
Di jagat raya langit angkasa luas
mata-Mu tak berhenti berkedip melihat
Kurasakan hadir dan ada-Mu
dalam kesahajaan nafas ada-ku
Kusadari tak ada kata dapat menjamah-Mu
Kuyakini tak ada bahasa mampu menyentuh-Mu
Engkau Sang Maha Nyata tak terkatakan
oleh keterbatasan kata bahasa manusia
meskipun digabungkan semuanya
5.
Sang Maha Tanya
Berdiri di puncak nalar pikiran
kulihat hamparan tanya bertaburan
Antara hati nurani dan samudra nirmala
Antara sanubari jiwa dan angkasa raya
Antara hasrat rasa dan hembusan angin
Antara kecilnya raga dan jagat raya
Semua tanya tentang misteri diri pribadi.
Segala tanya tentang sesama dan alam raya
Seluruh rindu damba jawaban tanya
Menyadarkan diri pada fakta
“Aku terlahir dalam rahasia tanya
Aku ada dan hidup dalam tanya tak bertepi
Aku akan kembali dalam misteri tanya abadi
Engkaulah Sang Maha Tanya kodrati hakiki”
6.
Pasangan Ibu Bumi – Bapa Langit
Ya, Sang Maha Ibu
dalam rahim-Mu kami dihadirkan
pada dada-Mu kami menyusui dan hidup
kembali di pelukan-Mu kami mati raga
Ya, Sang Maha Bapa
kami bernafas dalam hembusan angin-Mu
kami disinari terang cahaya mata-Mu
kami digendong kuku jemari-Mu
Ibu-Bapa menjadi sosok-Mu penuh misteri
dan mereka pun tak mengerti
seluruh isi alam semesta menjadi saudara dan saudari
Semuanya terus ada dan terjadi lestari
dalam fakta penuh misteri abadi tak bertepi
7.
Sang Maha Ada dan Tiada
Dalam waktuku dan tempatku
Engkau hadir dan merangkulku
Sepanjang waktu dan di mana saja
Engkau hadir dan terus memberi
Engkau segalanya melampaui angin
Engkau semuanya melampaui pikiran
Engkau juga tak tuntas dipikirkan
Engkau tak habis dijangkau kesadaran
Engkau Maha Ada dan segalanya
Engkau Maha Misteri dan Maha Tiada
Engkau segala nama dan tak mampu dinamai
Engkau Maha Jenaka di sini dan di sana
Abadi dan lestari terus menjadi
Terus menari dan berinkarnasi
di sini di dalam jiwa raga ini
di sana dalam seluruh jagat raya
Ya, Sang Maha Ada
tak terbatas nama untuk hadir-Mu
Kumpulan semua kata bahasa manusia
tak mampu merangkul ada-Mu
apalagi menyatukan nama-Mu
Engkau ada dalam semuanya
Engkau melampaui segala sesuatu
Apalagi hanya pikiran kami manusia
yang sederhana dan sungguh terbatas
Engkau Hyang Maha Ada dan Maha Tiada
Ya, Sang Maha Nama
apakah Engkau butuhkan nama
adakah hadir-Mu perlu dinamai
Mampukah bahasa manusia menamai-Mu
Nama-Mu adalah Maha Nama
Nama-Mu adalah Tanpa Nama
karena bahasa kami sangat terbatas
…

