Simply da Flores
…
Para perempuan paruh baya
berjalan melintasi kampung dan kota
dengan busana adat tradisinya
Langkahnya dipandu cahaya mentari
membawa amanah leluhur tradisi
untuk dibagi kepada generasi
Namun
selalu tak mau ditemui
para kerabat dan relasi
juga putra-putri generasi
Karena
dianggap kuno dan tak bergengsi
“Mereka Putri Cahaya Mentari”
Para lelaki telanjang kaki
dengan pakaian warisan tradisi
Berkelana siang dan malam
menyusuri seluruh pelosok negeri
Saksikan dinamika zaman ini
dengan fakta warna-warni
yang dibalut canggihnya teknologi
Dengan sinar mata ilahi
menelisik nasib makna hakiki
dalam sanubari pewaris negeri
Yang sedang mabuk lupa diri
oleh gemerlap pesona teknologi
Yang membius selera pribadi
pemuas selera nafsu birahi
yang halalkan segala cara
“Mereka Putra Fajar Ilahi”
Mereka seperti orang terbuang
Para Putri Cahaya Mentari
Para Putra Fajar Ilahi
berkelana menjelajah negeri ini
berziarah menjumpai bangsa ini
Namun
sering diabaikan dan dihindari
selalu dikucilkan dan dijauhi
biasa ditindas dan dikorbankan
Karena
mereka membawa sinar terang
mereka hadirkan cahaya benderang
“Katakan benar itu benar
Katakan salah jika salah”
Orang-orang terbuang
adalah mereka yang disingkirkan
karena berbuat baik dan benar
karena berlaku adil dan bijaksana
karena menegakkan hukum dan aturan
karena beradab punya hati nurani
karena membela harkat martabat sejati
Orang-orang terbuang
adalah mereka yang dipasung dan dibungkam suaranya
Karena tidak mendukung kejahatan
Karena tidak mau korupsi
Karena disiplin dan melayani rakyat
Karena tidak rakus jabatan
Karena beriman dan bertaqwa
Karena rendah hati dan tulus ikhlas
Karena tidak mau berbohong dan mencuri
Orang-orang terbuang
Para Putri cahaya mentari
Para Putra Fajar Ilahi
Terus alami lara derita
Selalu dihina dan dinista
Oleh para penguasa buas
Oleh para pejabat rakus
yang sedang menguras kekayaan alam
yang sedang mencengkram bangsa dan negara
Demi pribadi dan kelompoknya
…

