Simply da Flores
…
Warung pojok ada di mana-mana
di kampung udik dan desa
di kota-kota kecil hingga metropolitan
di area perkebunan dan lahan tambang
di lingkungan pabrik dan proyek
di area pasar, pertokoan dan perkantoran
di terminal, pelabuhan dan bandara
Ada yang hanya pagi hingga sore
Ada yang sepanjang siang dan malam
Warung pojok menjadi pertemuan orang kecil
Warung pojok itu balai masyarakat sahaja.
Warung pojok itu aula demokrasi wong cilik
Makanan dan minuman sederhana
dengan harga yang seadanya
Bahkan sering bon dibayar saat gajian
Pemilik warung pojok orang sederhana
Mereka bukan pemodal dan konglomerat
Makanan dan jajanan lokal disiapkan
Minuman sasetan teh dan kopi yang disukai
Ada beberapa jenis rokok, obat batuk pilek
serta jamu seduh
Pengunjungnya pegawai kecil dan buruh
Para pemulung, pengemis gelandangan
Tukang gerobak dan pedagang kecil
Para pembantu dan petugas kebersihan
Para sopir, tukang ojek, kuli bangunan
Pekerja kebun, tambang dan buruh pabrik
Buruh tani, pengangguran dan pengamen
Saya pun sering datang di warung pojok
Di warung pojok ini
saya saksikan pertemuan akbar sering terjadi siang malam
Dalam nasi dan sayur yang disantap
Peluh para petani sawah ladang
hadir dengan peluh keringatnya
Dalam setiap lauk yang dinikmati
hadir para peternak dan nelayan
Dalam setiap rasa sedap makanan
hadir buruh pabrik dan peracik bumbu
Dalam gelas teh, susu dan kopi
hadir para petani dan buruh pabriknya
Dalam setiap kepulan nikmat asap rokok
hadir para petani tembakau dan buruh pabrik serta pedagang kecil penjualnya
Mereka diantar para sopir dan pedagang pasar
Ada pengantar barang pergi datang
sambil mengecek titipan dan ambil uang yang laku
Ada pertemuan akbar siang malam
ruwatan nasib masyarakat sederhana
Di warung pojok selalu terjadi
Pertemuan orang-orang kecil
Perjumpaan wong cilik penuh sahaja
Aneka kisah suka duka membaur jujur
Mungkin di sini ada kemerdekaan asli
pertemuan bukan atas dasar gengsi
relasi tidak atas dasar jabatan dan harta
Ada solidaritas sesama saudara
karena digerakkan nasib kehidupan
Bahkan bisa saling percaya dan menolong
Boleh utang dan dibayar saat gajian
padahal pemiliknya pun berjualan dengan modal pinjaman
Warung pojok mencatat dan memotret dalam buku hariannya
Entah siapa yang peduli dan membacanya

