Simply da Flores
…
Jemari tangan lincah menangkap waktu
Helai detik menit dirajut dianyam
Angan dan harapan menenun hari-hari
agar hasilkan lembaran pengalaman
agar makna hidup ditulis dilukis
Setiap pribadi ada dan menjadi dalam waktu
Waktu terus bersemi abadi
langkah nafas insani ada batasnya
Jejak desir darah ada akhirnya
Meterai kodrat catat lahir hidup mati
dan berlaku pasti untuk setiap pribadi
Tak ada yang bisa menghindari
apalagi membatalkan takdir Ilahi
Dalam roda waktu berlari
setiap orang memburu helai arti
agar bisa merajut makna pribadi
agar dapat menenun warna-warni diri
Entah hanya bagi diri sendiri
Entah bagi anggota keluarga
Entah bagi sahabat kenalan
Entah bagi sesama saudara manusia
Dengan pilihan dan keputusan
dalam fakta kapasitas dan keadaan
yang ternyata penuh perbedaan
karena berbagai unsur dan alasan
Sejarah peradaban telah mengajarkan
berbagai pengalaman dalam roda waktu
Manusia dibatasi ruang dan waktu
untuk merajut dan mengayam arti
untuk melukis dan menenun makna
untuk menjawab aneka tanya
Siapakah diri pribadinya
Bagaimana pilihan cara hidupnya
Untuk apa memilih keputusannya
Ke mana langkah nurani jiwanya
Mengapa harus begini dan begitu
“Segala sesuatu ada waktunya
Tak ada yang baru di bawah kolong langit
Manusia terus ada dan menjadi”
Hari kemarin adalah waktu yang berlalu
catatan kisah cerita pengalaman
dalam anyaman dan tenunan keputusan
Hari ini adalah waktu yang berlari
setiap pribadi mengajar meraih damba
agar bisa melukis warna makna
Hari esok adalah waktu yang ditunggu
entah nafas bisa berdesah di sana
entah darah masih mengalir berdesir
membuat mimpi menggores pelangi
Manusia memberi nama dan angka
untuk coba membatasi waktu
padahal waktu tanpa batas dan abadi
…

