Salam hormat dari kawanan kecil domba di Indonesia untukmu Sang Gembala Gereja, Paus Fransiskus.
Yang Mulia Bapa Paus,
Semoga surat kami yang pertama sudah sempat dibaca. Kiranya menambah informasi tentang keadaan bangsa dan negara serta tanah air kami Indonesia.
Pasti sudah banyak informasi sudah diberikan kepada Bapa Paus, oleh berbagai pihak, dalam rangka kunjungan ke Indonesia. Namun, sebagai kawanan kecil domba-dombamu, kami kembali menulis kisah dan ungkapan hati dalam sajak.
1
Sejarah Gereja di Indonesia
Kami sekarang menjadi anggota gereja di Indonesia
Adalah bukti pewartaan para misionaris yang datang ke tanah air ini
Orangtua dan leluhur kami, mengenal Injil dan percaya kepada Yesus, karena karya kerasulan para pendahulu.
Terima kasih semua para pewarta iman
Sekarang kami kawanan kecil Domba-domba, yang tersebar di segenap pelosok Indonesia
Dipimpin oleh para Imam dan Uskup
dibantu para Katekis dan Dewan Pastoral
Sehingga umat dilayani dengan baik.
Umat berkembang, panenan banyak, tetapi pekerja pelayan sabda terbatas
Namun,
kami sungguh berbangga
Dahulu para misionaris datang menabur benih iman
Sekarang, banyak misionaris dari Indonesia dikirim ke Eropa, Afrika, Asia dan Amerika untuk merasul
Banyak awam ikut berperan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
di aneka bidang pekerjaan
Baik sebagai pejabat negara dan pelayan publik serta keamanan
Maupun di bidang jasa dan kegiatan ekonomi sosial budaya
serta seni budaya, pendidikan, media informasi dan pariwisata
Ada semboyan menarik yakni 100% warga gereja dan 100% warga NKRI
Dengan semboyan itu,
kami kawanan kecil domba-domba terus berdoa dan berjuang
agar bisa menjadi garam, ragi dan terang
di tengah kehidupan bersama.
Maka, kami bergembira atas agenda kedatangan Bapa Paus nanti
karena menjadi peneguhan iman kami
serta pemberi berkat semangat perjuangan ke depan.
Kami tidak saja mengalami kehadiran Bapa Paus melalui sosial media
tetapi akan bisa bertemu muka dalam doa dan Perayaan Ekaristi bersama.
2.
Bangga pada Para Pemimpin NKRI
Dalam sejarah Pemimpin Negara kami
Sudah ada 7 presiden dan sekarang terpilih presiden ke-8.
Ada kunjungan Paus Paulus VI
ketika masa Presiden Soekarno
Lalu kunjungan Paus Yohanes Paulus II
saat pemerintahan Presiden Soeharto
Dan
sekarang adalah kunjungan Bapa Paus Fransiskus
pada era kepemimpinan Presiden Jokowi dan menjelang masa Presiden Prabowo Subianto
Kami kawanan kecil domba-domba
berbangga kepada pemimpin bangsa dan negara Indonesia
yang menerima dan akan memfasilitasi seluruh agenda kunjungan Bapa Paus
Semoga semua diberkati kesehatan dan kebijaksanaan
agar hubungan kerjasama Vatikan dan NKRI berjalan lancar serta membawa manfaat bagi segenap pihak dan masyarakat
Kami semakin tahu bahwa Bapak Paus
mempunyai jabatan rangkap
Pemimpin Gereja Katolik sedunia
sekaligus Kepala Negara Vatikan
Kami bergembira bahwa sejumlah tokoh agama, politisi, tokoh masyarakat serta adat budaya
menyatakan apresiasi dan dukungannya terhadap kedatangan Bapa Paus.
Semoga kehadiran dan doa Bapa Paus
sungguh menjadi berkat bagi bangsa Indonesia seluruhnya
serta warga Vatikan dan umat Katolik dunia
3.
Patriotisme Domba-domba
Kami kawanan kecil domba-domba
belajar dan berdoa untuk melaksanakan semboyan “100% Katolik & 100 NKRI”
Kami berjuang mencintai tanah air dan menjadi patriot Pancasila
dalam tugas dan profesi masing-masing
di mana pun kami berada di negeri ini
Selalu ada masalah internal sebagai kelompok minoritas
dan harus berjuang membangun kemandirian serta kesejahteraan
Sering juga ada tantangan dan cobaan
terhadap kami kawanan kecil domba-domba
karena tidak dikenal atau pun diremehkan
Bahkan kami juga dianggap menjadi penghalang dalam kehidupan bermasyarakat oleh segelintir orang
Maka
kami terus belajar membenah diri dan membangun hidup lebih baik
Sehingga dengan doa dan mengandalkan kekuatan kasih Allah
kiranya kami bisa menjadi garam, ragi dan terang
Kami terus berjuang menghayati iman Katolik di tengah tantangan dan cobaan zaman
4.
Perjuangan Menerjang Gelombang Zaman
Terima kasih atas ajaran Bapa Paus
bagaimana berterima kasih atas alam lingkungan
untuk melihat dan menyadari kasih Allah dalam segenap unsur alam semesta
Laudato Si yang diberikan Bapa Paus
menyadarkan kami kawanan mecil domba-domba di Indonesia
Agar melihat alam lingkungan dengan mata iman
dan memanfaatkan dengan penuh syukur serta mengelola alam dengan tanggung jawab
Laudato Si
Alam lingkungan adalah berkat kasih Allah
adalah warisan para leluhur
adalah pinjaman anak cucu generasi
Mengharukan dan sungguh mengesankan
Dokumen Abudabhi tentang komitmen perjuangan membangun perdamaian dunia bagi segenap manusia
Dimulai dari tiga agama besar keturunan Abraham
Semoga kami kawanan kecil domba-domba di Indonesia pun
bisa menjadi pembawa damai di dalam kehidupan sehari-hari
Dengan mengandalkan doa dan teladan hidup
Bukan pelaku iri dengki dendam
serta penyebar hoaks, permusuhan dan berbagai kekerasan.
Doakan kami domba-domba mu ini
5.
Harkat Martabat Perempuan
Surga di telapak kaki Ibu
karena semua anak manusia terlahir dari Ibu
Allah memilih perempuan – gadis Maria
menjadi sosok istimewa menjalankan karya keselamatan bagi segenap manusia
Perempuan menerima Sabda Allah
mengandung dan melahirkan Yesus Sang Juru Selamat
Maria menjadi Ibu Gereja penuh Rahmat
Maria diimani menjadi Bunda Segala Bangsa
Dan
Di negara bangsa kami Indonesia
dimeteraikan kepada Bunda Maria
sebagai Bunda segala suku bangsa
dengan mantel merah dan hiasan budaya
serta Rosario Merah Putih
untuk mendoakan dan membimbing umat gereja serta bangsa negara kami
Kami memiliki banyak sosok perempuan teladan
untuk menghargai dan menjamin hak perempuan
untuk melindungi dan menegakkan harkat martabat perempuan
Raden Ajeng Kartini
dengan semboyan “habis gelap terbitlah terang”
adalah satu sosok teladan bagi kami
Namun,
nasib kesejahteraan dan jaminan hak perempuan masih banyak persoalan
Deretan kasus menimpa perempuan
dan banyak terjadi dalam keluarga gereja Katholik
dengan kisah panjang kasus dan penyebabnya
Kemiskinan, perdagangan orang dan bentuk kekerasan lainnya
Kami terharu dan sangat bangga
dengan ajaran revolusioner Bapa Paus
Ketika pada Kamis Putih yang lalu
Bapa Paus memilih perempuan Nara pidana
Menjadi wakil rasul dalam Perayaan suci Kamis Putih
untuk membasuh kaki mereka
Teladan Kerendahan hati dan terimakasih kepada ibu dan perempuan
Teguran untuk menyadari dominasi kaum lelaki yang membuat aturan serta kasus-kasus
sehingga membawa perempuan menjadi nara pidana dalam penjara
Membasuh kaki perempuan napi itu
Teguran keras kepada peradaban patriarkal
yang menjajah dan merendahkan martabat perempuan
Doa tulus dengan dasar Kasih Yesus
untuk nasib perempuan dan penghargaan terhadap harkat martabat serta jaminan atas hak perempuan sebagai ibu dan saudari
Terimakasih Bapa Paus atas ajaran dan teladanmu
Semoga hak perempuan di negeri kami pun didoakan dan diberkati untuk mendapat jaminan
Dan bisa menjadi bagian dalam kotbah dan materi pembicaraan Bapa Paus, saat hadir berdialog dengan berbagai pihak di Negara kami
Bapa Paus yang terkasih,
Mohon maaf apabila surat kedua ini lebih panjang lebar ditulis
Inilah ungkapan hati kami Kawanan Kecil Domba-domba di Indonesia.
Semoga Bapa Paus tidak bosan membacanya, dan ada hal berguna sebagai informasi bagi Bapa Paus, sebelum datang mengunjungi kami.
Salam dan terima kasih.
…
Simply da Flores

