Simply da Flores
…
Wahai saudaraku di Pulau Rempang
angin telah kabarkan nasibmu
gelombang beritakan lara deritamu
awan kisahkan geliat perjuanganmu
Membela harkat martabat pribadimu
di tempat tumpah darahmu
di tanah lahir warisan leluhurmu
di rumah kampung halamanmu
di kebun ladang sumber rezekimu
di rahimmu bumi Pulau Rempang
Kepada lara deritamu
hanya kutulis ayat doa sahaja
sebagai getaran belarasa pada nasibmu
Pada terik cahaya mentari
kumohon sinari nalar para pejabat
Entah di desa dan kabupaten
Entah di propinsi dan pusat
Agar sadar dengarkan desah nafasnya
Agar bijak lihat pijakan telapaknya
Agar Adil ingat kata sumpah jabatannya
Agar lihat gerakan jemari tangannya
mengemban tugas dan kewajibannya
“Menggunakan kuasa untuk melayani rakyat
Bukan menjual hak rakyat sendiri
Bukan menindas dan menjajah rakyat
Bukan menyiksa dan membunuh rakyat”
Pada debu tanah kumohon
Bangunkan para arwah leluhur Rempang
agar membela hidup anak cucumu
Ingatkan para pejabat penguasa
agar sadari hak dan kewajibannya
Insyafkan semua para penipu
bahwa mereka pun dari tanah
dan akan mati kembali ke tanah
Ingatkan para pemodal berduit
agar jangan korbankan nyawa manusia
demi keuntungan uang dan harta
Sadarkan para penegak hukum
agar bertindak adil bijaksana
dan menghormati hak asasi rakyat
Pada angin aku meminta
Tolong titipkan pada semua saudara
“Katakan benar, jika benar
Katakan salah, jika salah”
tentang harkat dan martabatmu
tentang hak milikmu dan tanahmu
tentang tugas dan kewajibanmu
tentang hukum dan aturan negara
tentang usaha dan bisnismu
tentang senjata dan kewenanganmu
tentang hak dan kedaulatan rakyat
Tentang sejarah tanah milik rakyat
Tentang asal usul persoalan Rempang
Dan
Kumohon pada angin
bisikan pada desah nafas pribadi
agar bisa sadari hakekat diri
“Nafas itu energi Ilahi
Setiap pribadi tak bisa bohong
dengan diri pribadi sendiri”
Kutitip doa ini padamu
bagi nasib saudaraku di Rempang
juga di wilayah lain negeriku
Hanya…
Kepadamu cahaya mentari
Kepadamu debu tanah
Kepadamu angin udara
Karena
hukum kami sering tumpul mandul
para penegak hukum tak adil
para pejabat banyak kata dalil
para penguasa sering membandel
Bahkan
lupa asal usul jabatan mereka
lalu menindas dan membunuh rakyat
dengan aneka cara dan alasan
…

