Simply da Flores
…
Bersimpuh di pusara ini
kulihat jejak suka duka kehidupan
pergi datang silih berganti dalam waktu
Hari, Minggu, bulan silih berganti dalam setahun
Sekarang tahun berakhir lagi
dan menyongsong kalender waktu yang baru
Fakta kehidupan harus kuhadapi
tak bisa berlari atau digantikan orang lain
Setiap orang punya suka duka masing-masing
termasuk cara memberi makna
dengan keputusan dan alasannya
Di pelataran pusara ini
kukenang semua peristiwa yang berlalu
Ada perjumpaan dan perpisahan
Ada sukacita bahagia dan duka lara
Ada senyum tawa dan air mata
Ada persahabatan persaudaraan dan perselisihan iri dengki
Ada warna-warni pesona indah
Ada sakit, luka dan derita dukacita
Aku dan anak-anakku
ditinggalkan oleh suami dan bapa tersayang
Pergi dan pulang untuk selamanya
Semua dalam rencana kasih Sang Pencipta
Ketika duka lara datang ditoreh ajal
Air mata dan isak tangis tak mampu menghalau
Doa dan seribu lilin tak bisa hentikan
Berbagai daya upaya manusia
tak kuasa mengusir kematian
dan semuanya pedih perih tergores luka
Antara harapan dan kenyataan
Antara rindu damba dan keniscayaan
Antara kehendak manusia dan rencana Sang Ilahi
Maka
pengalaman harus dihadapi juga
dengan mengubah pikiran dan keputusan
dalam waktu yang terus bergerak
membawa kehidupan setiap pribadi
Di pelataran pusara ini
Kami tumpahkan air mata duka lara
Kami belajar sakit luka kehilangan
Kami tahu siapa saudara dan sahabat
Juga siapa kawan dan lawan
dalam kehidupan yang sudah dan akan dilalui ke depan
Maka,
kami belajar kehidupan dari duka lara sakit dan kematian
kami ditempa dari kehilangan dan kesedihan
Kami belajar bangkit dan terus melangkah
dengan kekuatan Sang Pemilik kehidupan
Bukan
dengan selera kehendak pribadi
atau kekuatan jabatan, harta dan hal lainnya
Berguru dari pengalaman suka duka
Di pelataran pusara ini
Kami nyalakan lilin doa harapan
agar mereka yang telah tiada
jiwanya damai di keabadian
…

