Simply da Flores
…
1.
Pesona Gemerlap Kenikmatan
Bola mata dipeluk keindahan dunia
sayap-sayap angan terbang berkelana
Sejuta rasa membius nafas
dengan wangi aneka selera
Kata-kata manis iklan menggoda telinga
jemari menari-nari di pelataran ilusi
dengan selendang sejuta pelangi
Jiwa raga terbuai energi nikmat mimpi
karena dapatkan kepuasan selera diri
Demi kenikmatan selera pribadi
duri dan api lahap ditelan
Puncak gedung tinggi dijejaki
lembah dalam kelam gulita dijangkau
Apa pun siap berani dilakukan
pikiran hanya benang di jarum selera nafsu
Hati nurani dan jiwa tak berdaya
sering dipasung dan dipenjarakan
Demi kenikmatan selera nafsu pribadi
Segala cara dihalalkan gengsi diri
Bahkan sanggup membunuh sesama
karena kejahatan disembah diagungkan
Harta, takhta kekuasaan dikejar
Wanita, hiburan dan pesta pora dirayakan
Pujian dan kehormatan diperebutkan
Kepuasan diri adalah segalanya
Siapa pun dan apa pun harus tunduk
yang menghalangi selera diri harus dihancurkan
2.
Waras Selaras
Butiran embun segar bening
puaskan dahaga kenyangkan lapar
membelai daun pohon dan rerumputan
Air bening dari mata air
mengalir perlahan lahirkan kolam
sumber kehidupan bagi manusia dan lingkungan
Segarkan pikiran agar waras bersih
cerdas bernalar lahirkan harkat dan kebijaksanaan
Puncak kemanusiaan tinggi menjulang
diukir akar nalar waras menukik dalam
pada kesuburan ladang hati nurani
pada makna lumbung sanubari jiwa
Mekarkan kembang gembira sukacita
Hasilkan buah damai bahagia
dengan doa cinta penuh syukur
Harkat martabat dianyam penuh makna
mengandalkan kekuatan kasih Sang Pencipta
3.
Ritual Hakikat Diri
Hidup itu
keputusan pribadi mengejar waktu
Harmoni musik mengalirkan desir darah
Nyanyian syair lagu alunkan desah nafas
pada lembaran hari-hari bersemi
antara fakta realita dan misteri
untuk memberi dan berbagi
Bahagia itu pasti gembira dan nikmat
karena merangkul totalitas pribadi
Gembira pasti ada nikmatnya
tetapi belum tentu bahagia
Nikmat bisa meretas jalan gembira
tetapi belum tentu bahagia
karena yang diabdi kepuasan diri
karena terus menerima dan memiliki
Hanya pribadi damai bahagia
bisa lakukan ritual hakikat kodrati
Berterima kasih atas desiran darahnya
Bersyukur atas desah nafasnya
sebagai sumber kekuatan kehidupannya
dalam kesadaran cinta mata air
dalam bening embun pagi disinari fajar
dalam sungai amal bakti mengalir
Nikmat, gembira dan bahagia
adalah pilihan setiap pribadi
Manusia hakikatnya pribadi jasmani rohani
Karena sudah menerima berkah Ilahi
Maka hidup adalah berkat untuk berbagi
dengan memberi sebagai doa syukur
…

