Simply da Flores
…
1.
Sajak di Pusara Jokpin
Setiap pelayat menulis kata
tentang ketakberdayaan hadapi kematian
tentang rindu damba manusia
berdoa harapkan jawaban tanya
ke mana kelana nasib jiwa
Bunga-bunga merangkai kalimat doa
air mata menulis tanya sanubari
Bait sajak kehidupan dirangkai bersemi
memberi judul jejak prasasti
“Hari ini aku, besok engkau
Karena setiap detik nafas
adalah langkah menuju kematian
fakta kodrati insan tak terhindarkan”
Ayat-ayat sajak di pusaramu, Jokpin
ditulis semua pelayat jenazah
pada nama dan hembusan angin
tentang sejarah kehidupanmu pemilik pusara
tentang jejak langkah ziarah kehidupanmu
pada debu tanah dan udara
Agar menjadi amanah bagi generasi
dan permohonan pada Yang Ilahi
Ayat-ayat sajak di pusaramu, Jokpin
seiring bunga akan layu kering
ditelan debu tanah hening
diminum sepoi angin terbang
direnggut roda waktu melayang
ditimpah pusara baru dan hilang
Begitulah silih berganti pengalaman
antara fakta dan misteri
antara tanya dan jawaban
antara pusara dan rahim kehidupan
2.
Puisi Terakhir: Jokpin Diam
Puisi terakhir Jokpin
ditulis dalam sepi senyap tanpa kata
Sebuah puisi puncak kehidupan
Saat sakit, lemah tak berdaya
Jokpin menjelma menjadi kertas putih
Ribuan kata doa jadi ayat sajak
Jutaan simpati menjadi bait puisi
fakta hakikat insani jadi kisah
Pelangi makna menjadi irama
Guyuran hujan menjadi diksi air mata
Fakta, tanya dan misteri
akhirnya engkau pergi
purna tertulis buku puisi
dengan judul sahaja “Jokpin Diam”
Jokpin Diam…
tetapi ribuan kata mengalir
jutaan kalimat menjadi kolam
lahirkan anak sungai makna
terus abadi meraih samudra
menyatu dalam arus ombak gelombang
Selalu kembali mencium pantai kesadaran
membasahi hamparan pasir kerinduan
Puisi dinamika realita kodrat perjalanan
Jokpin Diam…
Sunyi senyap terkapar tak berdaya
merangkul harapan dan fakta
menenun tangga meraih mentari
akhiri jejak telapak kelana di bumi
Tubuh lebur ke rahim Pertiwi
Jiwa terbang ke angkasa sunyi abadi
tinggalkan memori dalam puisi
Sajak amanah makna bagi generasi
Jokpin telah usai berpuisi
Jokpin menjadi memori puisi
Jokpin adalah prasasti puisi
di antara puisi zaman dan buku semesta
3
Lukisan Jokpin dan Memori
Pada sebuah lukisan Jokpin
Api kata membakar jemarimu
debu rindu turun mencium kakimu
ajak bergurau dengan ibu
rahim debu tanah yang bisu
Para petani tembakau galau
datang meminta mantra sajakmu
lalu engkau terbangkan asapmu
pergi jauh menemui hitam kopimu
Kopi pahit, rokok dan api
sahabat karibmu sehari-hari
berkelana memulung kata
berziarah di angkringan fakta dan baka
Jokpin
Engkau telah kembali ke tanya
Engkau telah menyelami fakta
Engkau menulis sajak jenaka
Engkau jadi puisi dan kata-kata
Angkringan pasti pertemukan kita
dalam pahit kopi kata fakta
dengan kepulan asap damba
dengan energi api kata-kata
Puisimu telah purna ditulis
Prasasti dianyam terus bersemi
dalam derap memori huruf kata generasi
Puisimu diwariskan bagi jejak anak cucu insani
Laskar putra pasir pantai
agar debur ombak selalu tertawa
Dan putri bintang angkasa
agar tarian awan selalu mempesona
Siang malam rindu membacanya
damba abadi tak bertepi
di hamparan pasir pantai makna arti
di angkasa damba biru nirmala
…

