Simply da Flores
…
1.
Jeritan Lara Harkat Martabat
Orang-orang buta makna
memproklamasikan diri sebagai Tuhan
Menunjuk jari mengadili sesamanya
Mengepal tangan memukul menyiksa
Membawa senjata melukai membunuh
Mencaci maki menghujat mengutuk
Yang berbeda dari diri dan kelompoknya
adalah laknat, sampah dan musuh
Semua dilakukan atas nama diri dan kelompok
karena meyakini diri pemilik kebenaran
karena merasa paling suci dan terhormat
Bahkan
Pencipta pun diperhamba dan jadi dagangannya
Bagi orang brutal buta jiwa raga
jerit tangis sesama diabaikan
harkat martabat manusia jadi sampah
Karena merasa diri pemilik kebenaran
dengan agungkan kesombongan pribadi
Dan
para penegak hukum gamang diam
para pejabat pun sering diperdaya
Kebrutalan terus lahirkan racun
Kehidupan bersama kotor ternoda
Persaudaraan dilukai berlumur darah
Hari hari terus terjadi
karena
kekerasan brutalisme diyakini suci
dan amal saleh diri pribadi
2.
Sayap Patah Tubuh Terluka
Garuda Pancasila murung di puncak Monas
meratapi nasib memeluk kilau emas
Sayapnya patah lara mendera
bulunya banyak kumal berguguran
badannya kedinginan penuh bisul
Kakinya luka pincang terjerat
Matanya rabun terkena racun
Entah masih bisa pulih terobati
Entah semakin parah menderita
Entah …
seperti apa nasibnya nanti
Banyak yang datang ke Monas
menikmati kesejukan taman di sana
mengagumi gemerlap emas di puncaknya
terpesona warna-warni lampunya
Tugu Monas di depan istana NKRI
dengan lambang Garuda terpatri
terus terpasung menanti amal bakti
Aku, engkau, kita NKRI
kita adalah Garuda Pancasila
yang menjadi pewaris negeri
dan harapan meraih cita proklamasi
Kita adalah Garuda Pancasila
yang mendiami tanah air Indonesia
dan pergi ke seluruh pelosok dunia
dengan amanah sakti leluhur
mantra sakral alam semesta
menjadi patriot Pancasila
Ketika iri dengki dendam membara
Saat kekerasan brutalisme beraksi
Sesama saudara saling membunuh
Atas nama apa pun dan siapa pun
Maka
Garuda Pancasila dalam pribadi
sayapnya patah terkulai
badannya penuh luka dan bisul
kakinya pincang tak berdaya
Entah seperti apa nasibnya nanti
Entah NKRI akan menjadi apa
3.
Panca Brutalisme
Satu,
Demi Kerakusan selera kesombongan yang maha esa
Dua,
Iri Dengki dendam dan kejahatan yang benar dan suci
Tiga,
Kehancuran sesama yang berbeda suku, ras, keyakinan dan agama
Empat,
Kejahatan yang dipimpin oleh kesombongan diri dan kelompok atas nama diri pribadi sebagai Tuhan dan pemilik kebenaran mutlak
Kelima,
Kebatilan dan pemusnahan bagi seluruh individu dan kelompok yang berbeda di mana pun
…..
Jika demikian Panca Brutalisme
maka
pribadi yang rindukan damai
dan kasih sayang persaudaraan
akan terus berkelana bertanya
Di manakah makna harkat martabat manusia
Apakah ini tujuan lahirnya NKRI
Masih berartikah Pancasila bagi kita bangsa Indonesia
Seperti apakah penegakkan hukum di negeri ini?
…

