Simply da Flores
…
Berdiri menelisik di depan cermin
Kupandangi seluruh sosok ragaku
Kuperhatikan lekak lekuk tubuh
dan selalu ada tanya dan hasrat
Agar bisa seperti dia dan mereka
Model rambut dan wajah
Bentuk otot kaki dan tangan
juga bagian tubuh lainnya
Aku ingin lari dari ragaku
karena tidak seperti mereka
Duduk tertegun di batu karang
yang kokoh di pesisir pantai
Kupandangi gelora ombak gelombang
dan berkaca pada samudera
Melihat wajah rasa emosiku
yang pergi datang dalam diriku
Ketika hadapi fakta suka duka
Saat alami tantangan dan harapan
Dan
akui sadari diri seperti ombak gelombang
rasa emosiku tidak tenang
“Aku ingin seperti mereka
yang mampu mengendalikan rasa”
Ketika menatap angkasa malam
Purnama bersinar penuh pesona
Berlaksa bintang warna-warni
ada awan putih hitam berarak
Kulihat pikiranku berlari mengembara
tak tahu entah mau kemana
Lalu aku berbisik lirih
“akui ingin berlari tinggalkan bumi
mengapa telapakku masih di sini”
Aku sering mendaki puncak gunung
duduk memandang lembah ngarai
Jauh menerawang ke kaki langit
kucari sosok hati nurani
dengan serpihan kebijakan dan nilai
yang sering terbang disapu angin
“Aku ingin berlari mencari
sosok tegar hati nurani”
Pandangi mentari pagi bersinar
terangi alam semesta berseri
Saksikan indahnya panorama senja
yang selalu menutup hari
Kubawa sukma jiwa mengembara
kutanyakan angin yang berhembus
“Bisakah engkau bawa jiwaku
mengembara
berpindah ke istana Cahaya Surya
agar tidak dinodai debu tanah”
Aku sering berlari mencari
ingin tinggalkan diri pribadi
sambil membawa dua tanya di tanganku
Tangan kanan menggenggam hasrat
“Mengapa saya tidak seperti mereka?”
Tangan kiri mengepal niat
“Mengapa mereka tidak menjadi seperti yang kuinginkan?”
Entah kapan ada jawabannya
…

