Simply da Flores
1. Gunung, Muara dan Samudra
Gunung dihujani benih kepentingan
hutan belantara mengandung mata air
lalu lahirkan seribu anak sungai
dari generasi kepada demokrasi
dari tradisi kepada revolusi
dari kompromi “salus populi”
kepada kolusi nepotisme dan korupsi
Siang malam digilas roda zaman
dalam musim pancaroba yang liar
Waktu membesarkan hasrat kepentingan
mengalir membelai memeluk bengawan
Banjir darah dan air mata
aliran senyum tawa terbahak
bergulat di muara kekuatan kekuasaan
Ditelan mulut samudra kehidupan
Gunung, muara dan samudra ajarkan
“yang kuat pasti menang
yang lemah selalu malang”
Kebenaran dan keadilan buih utopi
menghempas nestapa pasir pantai
Angin mabuk dan menari-nari
2.Demokrasi Para Semut
Merah hitam kuning coklat
warna baju aneka partai semut
Ukuran besar, sedang dan kecil
sosok tubuh beragam semut
Bisa kerja dan hidup di mana-mana
tetapi selalu harus berkelompok
Semut berideologi demokrasi terpimpin
oleh ratu dan raja partainya
Mereka ada hukum dan etika
ada bahasa dan telepati
Ada sistem komunikasi digital
Tetapi tidak manipulatif dan koruptor
3.Perkawinan Semesta
Terang berpasangan dengan gelap
Siang malam silih berganti
Daratan dipeluk lautan
Bukit gunung dirangkul lembah ngarai
Binatang ada jantan betina
Manusia ada laki dan perempuan
Isi alam semesta ini berpasangan
saling melengkapi dan membutuhkan
Apakah itu keadilan
Apakah itu kebenaran
Apakah itu misteri realita
Ataukah
Hanya keterbatasan kata manusia
menenun makna pengalaman dirinya
yang tak mampu tahu segalanya

