Simply dan Flores
…
1.
Antara Metropolitan dan Kampung
Metropolitan terasa lengang dan sepi
Di jalanan macet dan hiruk pikuk
Di kampung ramai penuh sukacita
ketika Ramadhan hampir usai
saat datangnya Idul Fitri
“Pulang membawa berkah syukur
untuk dibagi kepada sanak keluarga”
Besok,
ketika kembali ke Metropolitan
untuk lanjutkan ziarah Kehidupan
Energi kasih sayang di kampung
menjadi andalan melukis jejak
berjibaku meraih nafkah rezeki
agar bersemi sejuta pelangi
mewarnai makna sosok pribadi
sebagai pembawa Nur Ilahi
berkelana di lembar waktu bumi
2.
Di Tempat Kerja
Waktu ditukar dengan aturan
Jasa dibayar dengan angka
semua bertemu dalam kesepakatan
kepentingan dan kebutuhan jadi energi
Tak peduli siang dan malam
Sering terasa lara mengiris
dalam aliran tetes keringat
Bahkan ada belati menikam
kucurkan darah dari torehan luka
Dicakar ketakberdayaan dalam kekuasaan
Namun
terus dipeluk dibawa berlari
demi warna-warni mimpi bersemi
3.
Di Tempat Perayaan Pesta
Dalam gemerlap hiasan pesta
ada rahasia rasa dan sanubari dikemas
Dalam sajian aneka santapan
ada beragam bumbu hati nurani
Relasi pemilik pesta dan tamu
membaur dalam senyum penuh makna
Dan
hanya desah nafas yang mengetahui
apa yang sebenarnya terjadi
4.
Di Tenda Air Mata Duka
Air mata kisahkan duka lara
atas kehilangan orang tercinta
“Pulang dijemput sang ajal
pada waktu dan cara tak terbantah”
Karena kematian itu pasti
Kehadiran di tenda kedukaan
kedatangan melayat yang meninggal
Ada seribu makna dan alasan
Antara pengunjung dan yang meninggal
Antara yang datang dan keluarga duka
Dan
setiap orang paling tahu alasannya
5.
Di tempat Ritual dan Ibadah
Hadir di tempat ritual adat budaya
Datang di ruang beribadah agama
bisa dilakukan dan kelihatan mata
Tetapi…
Mengapa datang ritual dan beribadah
Untuk apa mau melakukannya
Hanya pribadi yang mengetahuinya
Dan
Sang Maha Melihat pasti mengetahuinya
6.
Di Pasar Tradisi dan Modern
Kata dan angka mengumpulkan
perjumpaan kebutuhan diadakan
Penjual dan pembeli
Produsen dan konsumen
Di pasar tradisi dan modern
Ada tangan berkuasa memutuskan
meskipun tidak hadir di pasar
Tentang harga, angka dan kata
dan banyak yang tak berdaya
karena kebutuhan tak bisa ditunda
7
Di Sepanjang Deru Jalanan
Jejak pejalan semakin sirna
tergilas mesin roda zaman
antara debu dan deru bergema
antara fakta dan damba harapan
antara keharusan dan kebutuhan
Hidup adalah perjalanan
Jalan lurus, mulus dan lurus
sering menagih harga yang mahal
Jalan berliku, sempit dan berbatu
selalu menuntut korban perjuangan
Setiap pilihan jalan kehidupan
perlu pengorbanan dan usaha
Apalagi jalan menuju Surga
…

