Simply da Flores
…
Angin itu diam tetapi bergerak
lalu
menari dalam sepoi gemulai
bergerak semakin lincah dan gesit
Dan
Bisa menghentak badai taufan dasyat
Ada dan terus terjadi
di alam semesta ini
di lembar sejarah peradaban manusia
di dalam halaman adat budaya
di ruang kepercayaan dan agama
di gedung kekuasaan dan bisnis
di rumah setiap keluarga di dalam nafas setiap diri insani
Untuk temukan jawaban hakiki
dan semakin jujur pada pribadi
Gerakan tarian angin
berhembus dalam nafas seniman
getarkan jiwa ranganya berkarya
Dan
Lahirlah aneka warna keindahan
Termasuk karya sebuah film
“His Only Son”
Entah dialami sebagai angin sejuk sepoi
Entah dirasakan seperti angin kencang
Entah dijadikan angin puting beliung
Entah menjadi badai topan ganas
Tarian angin “His Only Son”
tebarkan aneka arti makna
dengan frekwensi energi dan nada
Menyapa emosi dan rasa
Membelai hati sanubari sejarah budaya
Menyibak tirai rahasia kata sabda
Mengusik kemapanan pikiran manusia
temukan jawaban atas tanya
“Apa itu misteri Sang Pencipta
Apa itu misteri suku bangsa manusia
Apa itu sejarah kepercayaan dan agama
Dan
apa itu kata dan bahasa manusia
untuk jelaskan misteri pengalaman”
Tarian angin “His Only Son”
bangunkan tanya yang tidur
telanjangi tirai kegelapan peradaban
guncang kemapanan keterbatasan kata
Dan
Singkap kecemasan ketakutan jiwa
Pada onak duri ziarah fakta
Pada luka bisul manipulasi makna
Pada keborokan egoisme makna budaya
Pada ruang rahasia agama
Pada kerinduan hakiki jiwa raga
untuk semakin mengenal kodrat diri
untuk mengakui dan mensyukuri hidup
untuk menerima keterbatasan pribadi
Di hadapan sesama saudara
Di hadapan alam jagat semesta
Di hadapan Sang Maha Pencipta
…

