Simply da Flores
…
1.
Pujilah Semesta Jagat Raya
Bumi itu ibu kita
Langit itu bapa kita
Seluruh isi alam raya
adalah saudara kita
Semua penghuni semesta
adalah saudari kita
Lihat telapak kaki
digendong ibu bumi
juga nanti jasad saat mati
Lihat ubun-ubun kepala
dibelai langit angkasa semesta
Nafas selalu menghirup udara
2
Ayat Kodrati Harkat Insani
Tak ada yang minta terlahir
semua ada dan terjadi
dari orangtua yang seperti ini
di tempat seperti ini
dengan sosok seperti ini
Aku, engkau, kita…
Tanpa alam jagat semesta
manusia pasti mati dan punah
Tanpa manusia di bumi ini
alam lingkungan lestari bersemi
Aku, engkau, kita
selalu perlu sadar diri
Kita adalah sesama saudara
Kita sama harkat meski beda pribadi
Kita sama satu darah manusia
Kita sama satu udara semesta
3
Yang di-Empu-kan
Bumi itu ibu bagi semua
Semua manusia dilahirkan Ibu
Ibu itu perempuan
Yang di-Empu-kan
Yang dihormati dan dihargai
Meskipun
selalu mengandung lara derita
biasa memikul beban problema
Umumnya budaya kaum lelaki
mengikat kaki tangan perempuan
merenggut jiwa raga perempuan
Dihibur kata-kata manis bijaksana
“Surga di telapak kaki ibu
Perempuan dari rusuk lelaki”
Maka
Sang hamba para hamba
“Membasuh kaki para perempuan
dan memilih perempuan nara pidana”
4
Meretas Cahaya Perdamaian
Dibangun kompleks “Kemah Abraham”
di pelataran sanubari Abhudabi -Arab
Masjid, Sinagoga dan Gereja
Pijar cahaya kerinduan manusia
sebagai pilar “sesama saudara”
Saling membutuhkan
Saling melengkapi
dalam relasi harmoni damai
dalam kesadaran menganyam sinergi
Para tokoh tiga agama dunia
letakkan tiga tungku damba
atas nama sejarah keturunan darah
“Anak cucu bapa Abraham”
yang tersebar di seluruh dunia
yang berpengaruh mewarnai budaya
Ada kebutuhan dan harapan
Cahaya damai dunia bagi kehidupan
mesti ditabur, dirawat dan dicintai
…

