Simply da Flores
…
Kami darah yang menetes
oleh telapak bengis kuasamu
Kami darah yang mengalir
oleh tajam jemari jabatanmu
Kami darah yang kering menghilang
oleh senjata dan uangmu
Debu tanah telah mencatat pasti
Langit melihat tak bisa ditipu
Ayat-ayat derita lara kami
terus berteriak menggugat padamu
Atas nama kebenaran asali
“Kita sesama saudara hakiki”
Daging kami memang hancur
oleh keserakahan dan kelicikanmu
Tulang belulang kami rapuh
tergilas kata-kata sumpah palsumu
Serpihan tulang tercecer merana
menyebar di pelosok negeri tercinta
Bahkan tanpa nama dan pusara
demi kenyamanan pangkat dan kuasa
demi pesta pora kekayaanmu
menguras sumber daya alam negeri
“Kebenaran tidak bisa dimanipulasi
Fakta tak bisa diputar-balik”
Tengkorak kami bergulir bisu
Kalian pisahkan dari raga kaku
dengan sejuta kata berbisa
ditulis dalam sejarah hitam bangsa
Dan
kalian bersilat lidah membela diri
lalu wariskan kepada anak generasi
Agar takut dan menghakimi kami
sebagai penjahat keji racun negeri
Lalu
semuanya dibakar agar terkubur debu
“Waktu akan menyingkap kebenaran sejati
Bau busuk akan tercium”
Debu tanah tak bisa dibutakan
Semua kita pasti kembali mati
bertemu lagi di debu tanah
Matahari dan angkasa raya
tak pernah bisa dibohongi
Semua terlihat jelas pasti
“Benar itu adalah benar
Salah itu adalah salah
Harkat martabat manusia milik Sang Ilahi”
Dan setiap hari kami gaungkan
Angin udara mewariskan sempurna
dari zaman ke zaman bergema
menulis dalam setiap desah nafas
Bahwa
Darah dan daging kami
tertumpah dan terluka paksa
Tulang belulang kami
patah berserakan dan hancur
oleh kejahatan sesama saudara
Tengkorak kami bergulir hampa
oleh kuasa senjata pejabat
dan para cukong pemilik modal
demi gengsi dan harta benda
“Kata-kata darah kami
Ayat-ayat tulang belulang kami
Kalimat dari daging kami
Bait-bait tengkorak kami
Sajak harkat martabat kami
Tertulis rapi pasti abadi
pada dada debu tanah ini
Maklumatkan kebenaran sejati hakiki
Harkat martabat insani ilahi
Luhur mulia dan suci”
…

