Simply da Flores
…
Merenungkan dan merayakan Hari Jumat Agung, peristiwa tragis Jalan Salib Yesus, saya tuliskan dalam sebuah sajak. Ungkapan refleksi imanku dalam menggapai makna sengsara dan wafat Yesus, melalui peristiwa penyaliban, dari Yerusalem ke Golgota. Mengapa untuk menyelamatkan semua manusia dari dosa, justru dipilih Allah dengan mengorbankan Yesus melalui hukuman mati di salib?
Jumat Agung: Revolusi Maha Cinta
Darah itu berteriak
keras
Terus menggema tak berhenti
membasuh bumi mandikan semesta
sematkan tanya dalam jiwa raga
Luka-luka bilur itu meratap
alirkan air mata cinta sempurna
menggenangi derap roda waktu
Membasahi jejak sejarah nafas
membawa tawaran kasih sejati
pada setiap pribadi insani
Palang salib itu berkelana
menikam setiap nalar nurani
menggugat setiap sosok pribadi
“Sadarkah akan debu telapak
dan cahaya mentari di kepala
serta udara bagi pernafasan
Yang diterima cuma-cuma
pribadi kita setiap hari”
Ada dan nyata terjadi
Revolusi Maha Cinta Ilahi
dalam diri Yesus Sang Sabda
yang sungguh manusia dan Ilahi
Allah Maha Cinta sempurna
Allah Maha Kasih abadi
Allah Maha Rahim
Allah Maha Misteri
Hanya iman menolong budi
indera insani tak mencukupi
“Sujud dan belajar bersyukur
Kubasuh diriku dalam darah-Mu Kudus
Bersimpuh memohon ampunan-Mu
kuberlutut mencium kaki salib suci-Mu
Dalam luka dan bilur-Mu
peluklah papa jiwa ragaku”
…

