Simply da Flores
Engkau sering mencengkram diriku
saat aku ingin berkelana jauh
Engkau juga penjarakan aku
dengan tembok dan jeruji tajam
Sampai aku tak bisa terpejam
seperti menatap gulita malam
Wahai ketakutan
mengapa penuhi nalar dan rasaku
mengapa selubungi sanubari jiwaku
mengapa mendera ragakuโฆ?
Hari iniโฆ
telah kumiliki tajam kuku nalar
untuk sobek belenggumu
untuk sibak tiraimu
“Aku takut kehilangan apa dan siapa”
Hati sanubari bisikan mantra
bahwa takut kehilangan itu sia-sia
karena hanya abaikan cahaya
Sukma jiwa mengajari
bahwa takut kehilangan gampang dilenyapkan
dengan sujud syukur berparah
dan sebaris kalimat doa
Mungkin
Takut kehilangan hanya rasa
karena terlalu merasa memiliki
karena lupa akan dir pribadi
Bahwa
segalanya datang dan pergi
semua ada saat terjadi
dalam ridho danย kehendakย Ilahi
…

