Simply da Flores
…
1.
Taman Tugu Proklamasi
Gema suara teks proklamasi
sayup di puncak tugu petir
bergelantungan di pucuk dahan kering
Deru roda perjuangan menghalau
Debu metropolitan menghimpit
pada patung bisu keriput
dan taman rapih tertutup
Tikus kucing diam bisu
serangga kagumi gemerlap lampu
menjaga lokasi sejarah keramat
Gerbang tertutup rapat
dijaga petugas ditata dirawat
Menanti pelangi datang kembali
di tugu petir untuk menari
diiringi lagu indah proklamasi
dinyanyikan segenap anak negeri
“NKRI harga mati
Indonesia Jaya Abadi”
2.
Kilau Emas Monumen Nasional
Jutaan mata lara nanar memandang emas
jauh di pucuk cakrawala jemari
Emas 45 kilogram itu
puncak Mahameru rindu anak negeri
pucuk inspirasi di telapak Ilahi
Cita suci NKRI penuh misteri
Entah untuk siapa dan kapan terjadi
Percik embun meneteskan kisah
dari puncak emas berkilau
Sinar mentari berbisik lirih
esok pasti akan tiba rezeki
Angin sepoi membelai menghibur
“Sabarlah wahai anak negeri
zaman adil makmur segera tiba
Perbanyak doa dan amalmu
diam dan terus bertahan bersujud”
Allah Maha Adil dan Bijaksana
Di pelataran ini akan tumbuh jutaan pelangi
untuk diwariskan bagi anak generasi
pemilik republik tercinta ini
Yakinlah pada janji Ilahi
bukan pada kata-kata insani
3.
Putihnya Wajah Istana Negara
Pada tembok putih istana NKRI
mengalir sungai-sungai harapan
yang airnya bening menetes
yang wajahnya pucat pasi lemas
yang tubuh terluka berbau busuk
yang mampet sampah dan racun pabrik
Dan
warnanya terus lantunkan jutaan tanya
Hari ini merah putih bermetamorfosa
Ribuan telapak datang menulis
Jutaan jemari hadir melukis
mengukir pelangi pada tembok putih
Yang sering diam dan misteri
memutar roda kebijakan republik ini
Merah luka derita dan darah lara
Hijau dari hutan belantara yang digundulkan
Biru dari samudra yang tercemar
Kuning coklat ungu dan abu-abu
dari ladang gersang dan lubang tambang
Hitam dari asap pabrik dan got mampet
Tembok istana NKRI menjelma
menjadi pelangi wajah anak negeri
…

