Simply da Flores
…
Kami dibawa dari kebun, hutan, jalanan
demi memenuhi kebutuhan manusia
Dan
sebagai bagian yang tak dipakai
kembali kami dibuang dibakar
Ada yang sebut sampah organik
Ada yang sebut sampah alam
Dan
masih banyak nama lainnya
ya suka-sukanya manusia
“Alam lingkungan tambah kritis
Manusia terus beranak pinak
hidupnya tergantung mutlak pada alam lingkungan
Apakah memang tidak disadari”
Kami dihasilkan dari pabrik
kreasi kehebatan Iptek manusia
dengan mengolah barang alam
Lalu
jadilah aneka perabotan logam
terciptakan sana dari plastik
dibuatlah banyak bahan kimiawi
diproduksi aneka minyak dan gas
Lalu,
ketika tidak lagi bermanfaat
kami dibuang oleh manusia
Jadilah kami sampah plastik
yang terserak di halaman rumah
yang penuhi jalanan dan selokan
yang menggunung di lokasi pembuangan
Bahkan mencemari air dan samudra
bersama sisa limbah industri
dan aneka rongsokan logam
“Banyak manusia menderita dan diam
Banyak yang protes tapi tak berdaya
Ada yang mendukung jadi rezeki
Yang lain masa bodoh saja”
Dari kegiatan pabrik dan transportasi
juga aktivitas mesin tambang
Lahirlah polusi air dan samudra
Muncullah polusi lingkungan dan udara
Terciptalah tailing dan lubang robek bumi
Dan
“kami dikutuk sebagai sampah
kami dicibir sebagai racun
Seolah-olah kami datang sendiri
sepertinya bukan karena ulah manusia”
Maka,
kami hanya diam dan menanti
kapan ada kesadaran manusia
Kami hanya ada dan menjadi
mengembalikan fakta pada insani
“Mengapa kami dibiarkan jadi polusi
Mengapa tidak berkreasi peduli
Masihkah sayang pada hidupmu”
Kami hanya ingatkan prinsip
hukum alam dan hakikat manusia
“Alam lestari dengan hukumnya
Manusia mati punah tanpa alam ini”
Cerita panjang para sampah lingkungan
adalah cerita kreasi peradaban manusia
dalam relasinya dengan alam
demi menjamin kebutuhan hidup
Tetapi
cerita sampah tidak usai di sini
ada tanya hakiki pada kesadaran insan
“Apakah menyadari hakikat pribadi
Apakah masih sayangi kehidupan
Apakah masih ada terima kasih
Apakah ada syukur kepada Sang Pencipta
Dan
apa yang mau diwariskan kepada anak cucu generasi
oleh para pemilik modal
oleh para penguasa kebijakan
oleh para cerdik pandai
oleh para pemimpin masyarakat
Yang berenang zaman ini?”
…

