Simply da Flores
Sudah tujuh malam berturut
Langit cucurkan air mata deras
membasuh wajah gulita malam
Entah karena kesedihan mendalam
Entah karena sakit lara mendera
Entah karena memang musimnya
Dari awal malam menangis
hingga subuh menjelang pagi
guyuran air matanya lebat tercurah
Dan
di mana-mana air tergenang
Ada yang banjir dan longsor
Ada yang lara perih menderita
karena dilanda ganas bencana
“Tangisan langit nyata dan misteri
Tak tahu kapan akan berakhir
Hanya bertahan dan menghindar
mencari tempat aman berteduh”
Air mata langit deras mengalir
bulan bintang tak kelihatan
Gulita malam semakin pekat
Tetapi…
pada derasnya air mata langit
Terbaca ada seribu kisah
Terlihat ada sejuta cerita
Kisah cerita bersemi bersambung
tentang kasus alam lingkungan
tentang tingkah laku manusia
dalam lembar sejarah peradaban
Dan
langit menangis pada waktu malam
saat manusia umumnya tertidur
ketika banyak mata tidak melihat
kesedihan duka lara langit
Air mata langit di malam hari
tertulis seribu kisah alam lingkungan
dibawa oleh uap dari samudra
Ada banjir racun limbah pabrik
dibuang di hutan sungai lautan
Ada sampah plastik di mana-mana
Ada pemukiman yang penuh sesak
Ada jutaan hektar hutan dibabat
Ada lubang menganga bekas tambang
Ada tambang merobek perut bumi
Ada juga sampah Iptek di langit
aneka percobaan roket dan satelit
serta sebaran polusi udara
yang merobek lapisan ozon
yang memicu pemanasan global
karena kutub es terus mencair
“Manusia bertambah banyak
dengan aneka kebutuhan dan kreasi
Alam terbatas dan berkurang kualitasnya
karena dipakai secara rakus
karena dikuras membabi buta”
Air mata langit di gulita malam
membeberkan jutaan cerita manusia
disaksikan terang cahaya mentari
Tentang kerakusan para pemodal
yang merasa berkuasa dengan uangnya
Tentang kesombongan para penguasa
yang mempermainkan aturan hukum
yang budayakan tindak korupsi
yang menindas rakyatnya sendiri
sambil mengumbar kata-kata suci
Tentang para tokoh agama
yang ikut bermain politik praktis
yang gemar berbisnis tumpuk harta
yang bersekutu dengan pemodal tamak
berkolusi dengan para pejabat rakus
lalu perdagangkan doa ritual
Air mata langit mengucur
Berkisah cerita aneka fakta kehidupan
Tentang para politisi gelap mata
yang menjanjikan angin Surga
dan aneka proyek mensejahterakan
demi meraup suara rakyat
lalu lupa setelah mendapat jabatan
Tentang jeritan lara derita rakyat
yang hadapi mahalnya sembako
yang nganggur tak punya kerjaan
Tentang mereka yang digusur tanahnya
untuk proyek perkebunan dan tambang
Tentang pemilu yang tidak Luber dan Jurdil
karena ada banyak kecurangan
demi meraih kemenangan tahta
Tentang demo petisi dan gugatan
demi membela hak dan keadilan
“Dunia menjadi panggung sandiwara
berbagai peran terus dimainkan
demi selera dan kepuasan nafsu
Sejarah peradaban manusia terjadi
alam semesta mencatatnya pasti
Sang Maha Melihat terjaga abadi”

