Para Pengawal Malam Metropolitan
Simply da Flores
Mengembara menyusuri malam di Metropolitan
banyak yang bisa disaksikan
di bawah gemerlap lampu kota
di antara lenggak lenggok Jakarta
Yang mungkin banyak orang tak tahu
atau banyak yang tidak peduli
karena tenaga dan pikiran lelah
terkuras aneka kesibukan pribadi
Berjibaku menerjang roda waktu
berjuang mengejar aneka kebutuhan
dengan kerja dan aneka tuntutan
Deru debu pergulatan kota modern
dalam relasi aneka kepentingan
“Waktu adalah uang
Kerja adalah keharusan
Kebutuhan tak bisa ditunda
Hampir semuanya harus bayar”
Sudah tujuh ribu langkah kuberjalan
menyusuri jalanan kota Metropolitan
Tetapi…
ada yang jejaknya tak terhitung
karena mereka adalah pengawal kota
karena mencari rezeki malam hari
karena lahir hidup besar di sini
Dan
malam ini aku jumpai mereka
berjibaku dalam diam sunyi
ada yang tersenyum bercanda ria
ada yang bersiul dan bernyanyi
Berkelana dan menjumpai para pengawal malam metropolitan
Banyak pelajaran dan hikmah tercatat
Mereka para pelaku pasar
yang bekerja keras menyibak gulita
Mereka para pekerja hiburan
yang terpaksa senyum dalam getir lara
Mereka para petugas keamanan
yang berjaga saat yang lain terlelap
Mereka pelayan jasa transportasi
berjalan meraih jarak dan waktu
Mereka penjual minuman bersepeda
masuk ke luar lorong dan jalanan
menawarkan kopi dan jajanan
Mereka para gelandangan dan miskin
menadah tangan minta sedekah
lalu tidur di emperan dan taman
Aku pun ada di antara mereka
mengembara menangkap kata-kata
menulis jadi cerita dan sajak
Di beberapa taman rimbun sepi
jerit burung malam bersahutan
entah apa yang mau dikatakan
Rombongan tikus kuasai selokan
serta tempat sampah dan jalanan
Anehnya…
Kucing kota takut pada tikus
tidak seperti di alam bebas
karena modernisasi mengubah ekosistem
Sempat terlintas dalam pikiran
bahwa kehidupan penghuni kota ini
rupanya ditopang para pengawal malam
mereka para patriot kehidupan
Dan
bagaimana jadinya jika mereka mogok
atau berhenti beraksi satu minggu
untuk lepaskan lelah dan berlibur
Ada pasukan kuning metropolitan
yang bertugas membersihkan sampah
bersahabat dengan bau tengik
lalu setiap hari bertambah sampah
Bahkan
banyak tempat pembuangan telah penuh
dan upaya mengelola tidak mudah
“Kota Metropolitan punya kisah unik
Tentang budaya modern dan kemajuan
tentang kehidupan siang dan malam
Jauh berbeda dari tradisi kampung”
Dinamika kehidupan malam
sungguh berbeda di kampung tradisi
dengan di kota Metropolitan
Profesi kerja dan aneka usaha
berbeda tradisi dan sistemnya
Alam lingkungan pun memang berbeda
kehidupan sahaja petani nelayan peternak
dengan lingkungan pabrik dan kota
serta aneka pemukiman modern
Mungkin berbeda prinsip dan nilai
serta cara pandang dan orientasi
dalam setiap pribadi, keluarga dan kelompok
Mungkin inilah dinamika kebudayaan
kreasi pikiran dan pengetahuan
untuk menjawabi aneka kebutuhan
Dan
siang maupun malam berjalan
sebagai hukum roda waktu
dimana manusia bergulat menganyam makna
Setiap pribadi membuat keputusan
pilihan terbaik menjawabi kebutuhan
Menulis sejarah langkah di lembar nafas
melukis peradaban di kanvas desir darah
“Aku ada dan terus menjadi
Aku ini fakta dalam misteri
Aku ini tanya dan jawaban”

