Simply da Flores
…
Kata cinta telah menikam jiwaku
membuat aku terluka dan haru
karena harapan dan impian
kini telah menjadi ratapan
bahkan kisah lara menyakitkan
Kata sayang dan kasih mesra
ternyata berisi kebohongan dan tuba
Menusuk nurani merobek rasa
aku telah dibutakan kata-kata
sehingga nalar tak berdaya
untuk mengkaji arti dan makna
Ketika kebohongan tersingkap
tak mampu kutahan tangisan
tak bisa kubendung air mata
karena cintaku dibalas dusta
karena kebohongan kini nyata
Engkau tertawa soraki kepalsuan
Dan
Merasa bangga dengan kesombonganmu
Yakini kehebatan ego dirimu
Percaya perkasa kejahatanmu
Pada derai tangisku ada doa
agar engkau panen tanamanmu
Pada tetesan butir air mataku
ada sakit lara langkah jiwaku
Mengadu pada angin debu tanah
agar nafasmu ingatkan caramu
agar angin sadarkan perbuatanmu
agar debu tanah belai langkahmu
Entah apa yang kau panen
Entah kapan engkau insyafi
“Engkau tertawa di atas deritaku
Engkau berpesta di air mataku
Engkau menari di tangisku”
…

