In Memoriam Romo Mangun
Simply da Flores
-0
Terus menggema dan terpatri
dalam prasasti peradaban insani
dalam halaman waktu sejarah negeri
Deklarasi Burung-burung Manyar
“Kelahiran manusia di atas bumi
Sungguh nyata bermakna dan misteri
Perbedaan dan keanekaragaman
adalah anugerah, kekayaan dan kekuatan
dari Sang Pemilik Semesta
Setiap pribadi dalam harkat martabat hakiki
adalah miniatur alam semesta dan Sang Pencipta
Maka,โฆ
segala bentuk ketidakadilan dan kejahatan
Entah pribadi, suku, kelompok
Entah tingkat lokal dan global
Entah organisasi swasta dan negara
adalah pengkhianatan terhadap harkat jatidiri manusia, alam semesta dan Sang Maha Pencipta
-01. Dari Kali Code – Yogyakarta
Prasasti perjumpaan kemanusiaan itu diabadikan
Orang-orang yang terpinggirkan
Orang-orang yang terbuang
sesungguhnya punya hati nurani
sejatinya memiliki harkat martabat
Jika dijumpai dalam kasih sayang
sebagai “sesama saudara”
Kasihilah sesamamu, seperti engkau mengasihi dirimu sendiri
-02. Dari Pulau Buruh
“Manusia bisa disiksa dan ditindas raganya
Atas alasan politik atau kekuasaan
Bahkan ada yang dibunuh secara keji
Namun
Pikirannya dan jiwanya tidak bisa dipasung dan dibunuh
karena rohani dan Ilahi”
Sang Pencipta Maha Kuasa
melihat dan memperhitungkannya
bagi setiap pelaku kejahatan dan ketidakadilan
-03. Dari Waduk Kedung Ombo
Atas nama pembangunan negeri
demi kesejahteraan bangsa
Sering hak kaum lemah dikorbankan
nasib orang kecil diabaikan
Lalu,
Proyek pembangunan negara ini untuk siapa?
Kata-kata suci dan janji manis
sering berbeda dengan kenyataan
Dan rakyat biasanya dikorbankan
Entah, siapa yang berani membela
Entah ke mana harus mengadu
Entah untuk apa dan siapa
semua proyek pembangunan NKRI
Ketika korupsi beranak pinak dan menjadi budaya politik
-04. Dari Ruang-ruang Kebudayaan
Kami menggugat semboyan heroik
“Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Merdekaโฆ Merdeka”
Mengapa hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah
Mengapa hak rakyat dikorupsi
Mengapa eksploitasi sumber daya alam semakin brutal
Inikah hakikat kedaulatan rakyat
jatidiri bangsa dengan demokrasi Pancasila?
-05. Dari Halaman Buku Anak Negeri
Deretan kasus kemanusiaan dan penderitaan rakyat
terus bertambah mendera anak bangsa
Para pejabat koruptor dan politisi busuk bersekutu dengan pemodal rakus tamak
Menjajah dan merampok hak-hak rakyat
Menguras sumber daya alam NKRI
“Masalah diatasi dengan masalah baru
Lalu, mereka saling melempar kesalahan
dengan memainkan sandiwara politik”
Sampai kapan ini terjadi ?
-06. Dari Kanvas Sanubari NKRI
Wahai para pejabat NKRI
Lakukan tugas dan wewenangmu
secara benar, adil dan bijaksana
Hentikan segera segala kerakusanmu
Jalankan hukum dan aturan
dengan benar, adil dan bijaksana
Ambilah hakmu yang semestinya
Abdilah dan layani rakyat
Pemilik kedaulatan di NKRI tercinta ini
-07. Dari Orang-orang Terbungkam
Banyak rakyat didera derita
tetapi terus diam dan bungkam
karena aneka alasan ketakberdayaan
Entah di kawasan pabrik perusahaan
Entah di lahan perkebunan dan pertambangan
Entah di kantor pemerintah atau swasta
Apakah kita merdeka untuk dijajah bangsa sendiri
Inikah pelaksanaan pengamalan Pancasila
“Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa serta kemanusiaan yang adil dan beradab”
-08. Dari Rahim Samudra Raya
Kita ini negeri kaya raya
Kita memiliki laut dan samudra
Kita putra-putri leluhur pelaut
“Jales Veva jaya Mahe”
Mengapa laut jadi lahan subur para mafia dan sumber kekayaan orang luar negeri
Mengapa sumber daya alam di darat dikuras dengan tamak
Sehingga lingkungan semakin kritis dan rusak
Inikah pembangunan kesejahteraan bangsa
dengan aneka polusi dan kasus lingkungan
Bunda samudra menerima sampah
Para nelayan menjerit lara
Sumber daya di laut dan samudra
justru jadi kekayaan bangsa lain
Dan semua persoalan diselesaikan dengan kata-kata janji
-09. Dari Perut Hutan Belantara
Aneka kekayaan sumber daya alam
Terus dikuras dan dieksploitasi
Kerjasama para mafia dan pejabat koruptor
Dan
ketika pecah kongsi bisnis
atau perebutan kekuasaan politik
Baru saling membuka aib
atau saling tuding menyerang
“Maling teriaki maling
padahal sebelumnya kawan kekuasaan
dan sahabat koruptor di ruang jabatan publik”
Pembabatan hutan
untuk pembuatan perkebunan dan eksploitasi tambang
Terus berjalan dan memperkaya para mafia
Rakyat pewaris sumber daya alam
merana di tengah kelimpahan alamnya
Bahkan diusir dan dibunuh
dari alam lingkungan warisan leluhurnya
Atas nama pembangunan bangsa dan aturan Negara
“Banyak pejabat dan wakil rakyat
yang diam dan pandai menghindar
Karena mengamankan jabatan dan kepentingannya
ketika rakyat mengadu dan meminta perlindungan atas hak dan kekayaannya”
-10. Dari Alam Dunia Arwah
Kami para arwah pendahulu
Pimpinan suku adat budaya
Para pahlawan Kusuma bangsa
Hanya bisa mendoakan kalian
kepada Sang Maha Kuasa
karena kami hanya jiwa tanpa raga
Dan harus ditegaskan kepadamu semua
“Tak satu pun kejahatan kalian kepada hak rakyat NKRI
bisa disembunyikan dan dihilangkan
Alam merekam semua dengan baik
Sang Pencipta Maha Melihat
Suara rakyat adalah suara Allah”
Wahai para pemodal rakus
dan para pejabat koruptor serta politisi busuk
Jangan takabur dan sombong
Jangan permainkan hukum dan merampok hak rakyat
Semua ada karma dan hukumnya
dari alam lingkungan dengan energi Kuasa Sang Ilahi
“Hukum alam selalu tegak
Semua tanaman akan tumbuh pada waktunya
Hukum karma tetap berlaku
Entah bagi diri pribadimu
Entah bagi keluarga dan anak cucu
Entah bagi kroni dan kelompok kejahatanmu”
Petisi Burung-burung Manyar
Menggema dari alam arwah
Bergemuruh dari perut samudra
Bergelora di padang dan hutan rimba
Dibawa angin kepada nafas setiap pribadi
mengetuk kesadaran pikiran dan nurani
membelai sanubari jiwa anak negeri
Untuk melihat diri pribadi
“Telapak kaki menginjak Ibu Bumi
dengan api energi cinta Pertiwi
Ubun kepala disinari Bapa Langit
dengan cahaya kasih mentari
Kita putra-putri Sang Ilahi
Tak ada yang bisa lari dan bersembunyi”

