Simply da Flores
…
Beberapa waktu yang lalu
tersiar rekaman kisah nyata
Seorang bocah tanpa alas kaki
menerobos kerumunan ribuan massa
Sang Bocah berhasil menghampiri Presiden NKRI
yang dijaga ketat para pengawalnya
Lalu dia berjalan melangkah pasti
seolah didampingi Presiden dan dikawal aparatnya
ketika sedang berkunjung di daerah NTT
Meskipun dijaga ketat para pengawalnya
Bocah lelaki tanpa alas kaki
dengan baju kepolosan dan telapak kejujuran
tampil seadanya
tanpa beban mengiringi Presiden Jokowi
Maka
nampaknya sang bocah lelaki itu
sepertinya menjadi yang utama
Dan Presiden Jokowi serta pengawalnya
justru menjadi rombongan pendamping sang bocah
“Sang Bocah tanpa alas kaki
Adalah utusan Ibu Bumi
dan Putra Sang Fajar
Sang Presiden pilihan alam semesta”
Debu tanah mencatat pesan makna
Cahaya Surya memotret tulisan amanat
Angin menyebarkan berita semesta
Wejangan sang bocah sahaja tanpa alas kaki
kepada Presiden NKRI
kepada para pejabat negara
kepada segenap penegak hukum
kepada para petugas keamanan
kepada para tokoh adat budaya
kepada para pimpinan organisasi agama
kepada para guru dan kaum cendekiawan
kepada para pekerja informasi
kepada segenap anak pewaris negeri
kepada seluruh generasi muda bangsa
Dan
kepada masyarakat rakyat warga NKRI
“Wahai Bapak Presiden NKRI
Lihatlah…
aku berjalan tanpa alas kaki
untuk sampaikan peringatan debu tanah
Atas semua sujud doa imanmu
Atas kata-kata sumpah jabatanmu
Atas semua pidato dan janji-janjimu
Atas titipan amanat penderitaan rakyat
Atas tugas dan tanggung jawab jabatanmu
Bersama para pejabat negara lainnya
Bersama kabinet dan segenap pembantumu
Dengarlah…
tak satu pun yang tersembunyi
di bawah kolong langit dan cahaya mentari
Jabatan dan kewenangan tugasmu
adalah mandat segenap rakyat
dan pinjaman dari kami anak generasi pewaris NKRI”
“Wahai para pejabat negara
Kewenangan dan tugasmu mulia
untuk melayani dan mengabdi rakyat
dibekali aneka fasilitas negara
serta gaji sebagai hakmu
Jangan lalaikan tugas pengabdianmu
lalu salahgunakan wewenang jabatanmu
untuk menindas rakyat pemberi mandat
dan merampok hak anak bangsa
Bahkan menyiksa dan membunuh warga negara”
“Kepadamu segenap penegak hukum
Buatlah hukum dan aturan yang bermartabat
dan lakukanlah dengan adil dan bijaksana
untuk segenap warga bangsa NKRI
termasuk untuk dirimu
Jangan hanya tajam kepada rakyat
tetapi tumpul kepada pejabat
dan hancur berkeping kepada pemilik uang”
“Kepadamu para petugas keamanan
kami rakyat bangga atas jasamu
kami percaya patriotisme dan pengorbananmu
Jangan gunakan senjatamu untuk menakuti dan menembak kami rakyat
demi membela pejabat rakus dan pemodal tamak”
“Wahai para tokoh adat budaya
Nilai harkat martabat manusia
keluhuran kebijaksanaan segenap bangsa
hanya lahir tumbuh dan lestari
Jika kami putra-putri generasi
diberi makan minum teladan
dipagari dengan ritual doamu”
“Kepadamu para pimpinan organisasi agama
Syukur kepada Sang Pencipta
yang tumbuhkan iman dalam aneka keyakinan dan agama
Ajarkan kami kasih sayang sejati
Tuntun kami jalan benar dan suci
Jangan jadikan tempat ibadah sebagai pasar dan sarang penyamun
demi mendapatkan pujian dan harta benda”
“Kepadamu para guru dan kaum cendekiawan
terima kasih para pendidik dan guru
Kami diajari pengetahuan dan dibentuk kepribadian
Jangan jadikan sekolah sebagai lahan bisnis dan ladang narkoba
yang melumpuhkan jiwa raga kami
untuk meraih masa depan gemilang”
“Kepadamu para pekerja informasi
Bagikan untuk kami pewaris generasi
Informasi yang membuat kami berdiri tegak
melangkah pasti kokoh tangguh
Bukan hoaks, caci maki dan perang
Katakan benar itu benar
dan tulislah salah itu salah.”
“Wahai seluruh generasi muda bangsa
kita adalah pewaris negeri ini
kita generasi penerus bangsa NKRI
Mari menyusu pada Ibu bumi
dan berguru pada matahari
untuk menjadi putra-putri cahaya
dan berbangga memeluk debu tanah”
“Bagimu seluruh rakyat warga NKRI
Ayo kibarkan merah putih
Ayo hiruplah udara Pancasila
Mari nyanyikan Indonesia Raya
Merdeka merdeka merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Bangunlah jiwanya…
agar bisa membangun badannya
agar mensyukuri dan merawat tanah air”
“Wahai sesama anak pewaris negeri
Mari berdiri dan menatap mentari
mohon energi sakti ilahi
Mari sujud doa mencium Ibu Bumi
tumpahkan segala duka lara derita
Biar kuasa Ilahi dinyatakan sekarang
Biar alam semesta mengadili dan membela
nasib kita generasi bangsa NKRI
Dari segala kuasa tipu daya
Dari semua penindasan dan kejahatan
Dari aneka kerusakan alam lingkungan
Dari para penjajah rakus tamak
tanpa hati nurani buta jiwa
yang berpesta pora kuasa dan harta
Bahkan menjadikan diri ini tuhan”
…

