RIP Om Ignas Kleden
Simply da Flores
…
Pikiranmu itu sinar nyala api
kajian nalarmu energi bara api
Membakar jiwa nurani sesama insani
Pijarkan sinar cahaya hakiki
untuk menemukan jawaban tanya kodrati
Apa makna sejati setiap pribadi
Apa artinya ada dan menjadi
Mengapa manusia datang dan pulang dalam misteri
Apa hakikat factum, verum, bonum dan misterium
Engka Sang Penabur
pada ladang nalar
Tentang pengalaman unity in diversity
Tentang totalitas dan integrasi multi dimensi
dalam setiap pribadi insani
yang berkelana dalam tanya kodrati
yang mengembara menyibak misteri asali
Engkau tuliskan ayat-ayat kajian mu
Engkau bagikan bait-bait esai mu
Engkau persembahkan sajak opini mu
Agar
para pembaca terbangun dari tidur rutinitasnya
lalu menyalakan lilin refleksi dirinya
Sehingga menyadari jejaknya di atas debu tanah
lalu angkat kepala melihat angkasa
dan menarik nafas dengar senyum malu
pada angin yang selalu memeluk jiwa raga
Matanya tidak buta pada sesama
dan alam lingkungan semesta
Hari ini telah engkau alami kematian
perjalanan meraih istana abadi
Purna berjumpa Sang Maha Mengetahui
Sang sumber segala ilmu pengetahuan
Dia Sang Maha Tanya dan Sang Jawaban Sempurna
“Kematian:
hari ini aku, besok engkau
karena kematian sungguh pasti
untuk disyukuri dan harus dicintai
laksana kobar nyala bara api abadi”
Tentang keputusan terhadap jenazahmu
Entah pesan amanah dan pilihanmu
Entah kemauan istri dan anak
Entah kesepakatan sanak keluarga
Bahwa
tradisi penguburan kampung halaman
tidak berlaku bagi jenazahmu
karena pilihannya adalah kremasi
“Dari api kembali ke api
Dari cahaya kembali pada cahaya
Dari debu kepada debu”
Engkau deklarasikan sebuah reformasi
Di hadapan peti jenazahmu
Kuucapkan selamat jalan bagimu
teriring bangga terima kasih ku
atas segala karya amal baktimu
Kussbut dan kucatat dalam tulisanku
Engkau Sang Penabur di ladang nalar
Engkau taburkan benih api kesadaran
Engkau semaikan bara api pemikiran
Engkau tanamkan nyala lilin permenungan
Engkau kobarkan sinar terang harkat martabat kebenaran
Engkau tumbuhkan makna hakiki kebaikan
“Ilmu pengetahuan dan kehidupan
harus diamalkan dan diabdikan
untuk mengagungkan makna hakiki pribadi
dalam lembaran sejarah peradaban
dalam halaman buku kehidupan”
Terima kasih Sang Penabur Api
Engkau merawat ladang peradaban
Engkau jaga pagari nilai kebudayaan
agar diwarisi anak generasi
“Dari api kodrati kepada api abadi
Dari bara dan nyala sejati kepada matahari
Dari sinar cahaya Ilahi
kepada Sang Maha Cahaya abadi
Ragamu dikremasi, jiwamu madah bernyanyi”
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

