RIP Om Ignas Kleden
Simply da Flores
…
Berdiri di pucuk Awan
kulihat tetesan air mata berderai
iringi langkahnya pulang kembali
memeluk cahaya mentari
“Sang ajal tak bisa diajak kompromi
datangnya selalu pasti
dalam energi misteri”
Duduk termenung di telapak langit
kudengar kabar dukacita
seorang saudara telah tiada
Ziarahnya usai untuk berkarya berbagi
Dia seorang penabur di ladang nalar
Dia semaikan ide-idenya
Dia merawat ladang pikiran
dan
Dia tumbuhkan nyala lilin
pada pucuk-pucuk awan
Waktu menggores ‘tulisan air mata’
pada halaman sukma istri anak
pada lembaran jiwa sanak saudara
pada kertas relasi sahabat kenalan
pada buku suka duka peradaban
“Dia yang mengasah tajam pikirannya
Membuka ladang menabur benih gagasan
Menyemaikan bibit bernas kajian
Saatnya harus pulang kembali
menghadap Sang Maha Nalar
Pemilik segala ilmu pengetahuan”
Ucapan akan berlalu dalam angin
meskipun jejaknya tetap terpatri
dalam prasasti debu tanah
Namun
taburan benih di ladang nalar
tanaman pikiran di kebun peradaban
Tetap lestari tertulis rapih
dan tumbuh subur berbuah bernas
“Verba volant, Scripta manet – Ucapan berlalu, tulisan tetap tinggal lestari”
Waktu menggores jejak misteri
Sang Penabur di ladang nalar
sudah menggores Pena Kerinduan
pada halaman warna warni kebudayaan
dengan ragam ide gagasan
untuk menjawab tanya kodrati
Sang Penabur di Ladang Nalar
sudah selesai merawat peradaban
dengan tajam pisau kajiannya
Membedakan yang hakiki dan ilusi
Melerai yang kusut dan tipu-tipu
Dia telah menggores Pena Kerinduan pribadi
Menyingkap fakta dan misteri
agar menjadi jelas terpilah-pilah
bagi sejarah pikiran bening
di hamparan padang belantara kehidupan
di luasnya samudera dan angkasa pertanyaan hakiki
“Ilmu pengetahuan semestinya menjadi cahaya mentari
Agar setiap pribadi bisa menuai
tentang benar, tepat, logis, baik, berguna dan bermartabat
dalam hakikat kodrati manusia”
Selamat jalanโฆ.
Sang Penabur Ladang Nalar
Sang Penggores Pena Kerinduan
Damai lah memeluk Sang Maha Cahaya
di ladang jawaban abadi
di kebun Sumber Ilmu Pengetahuan sejati
…
Foto Iluatrasi: Istimewa

