Simply da Flores
…
Potret dan lukisan
memang tidak berbicara
Tetapi tidak bisu dan tuli
karena ungkapkan ribuan kata
dari Sang Pemotret dan Sang Pelukis
Lalu
setiap pemirsa berdialog tanpa kata
Diam dan tidak bicara
ternyata mengatakan banyak hal
termasuk yang dibungkam haknya
dan dijahit lantang suaranya
Entah oleh senjata dan uang
Entah oleh kekuasaan jabatan
Entah oleh kebodohan dan ketakberdayaan
Diam memang bukan emas
apalagi memilih mogok tak bicara
Diam itu pilihan atau dipaksakan
Bisu bisa kodrati atau kecelakaan
Raga bisa dipasung dan dibunuh
Perasaan sering dirobek dikoyak
Tetapi pikiran dan nurani jiwa
tak mampu dibunuh dibinasakan
Orang-orang bisu gagu
karena terlahir cacat dan tuli
sehingga berbicara dengan isyarat
Artinya mereka tidak diam
karena tetap miliki pikiran dan nurani jiwa
meskipun diabaikan dan disingkirkan
Mereka adalah nabi kehidupan kodrati
dengan kata tajam sinar mentari
Boneka dan topeng tercipta
untuk hadirkan sosok makna pribadi
Tak mampu mendengar, bicara dan melihat
tetapi hadirkan jutaan kata makna
dari siapa yang pembuatnya
dan semua yang menggunakannya
Manusia sedang menjadikan dirinya topeng dan boneka
Manusia lebih memilih diam, bisu dan tuli
Entah untuk apa dan mengapa?
Orang-orang zaman milenial
lebih suka diam dan bisu
ketika berjumpa dan ada bersama
dan berbicara di dunia maya
Orang-orang dengan sarana digital
ciptakan topeng dan boneka
agar bisa lari dari fakta kodrati
bahkan membangun kehidupan abadi dengan data digital dan kecanggihan Iptek
agar mengalami kebebasan sejati dan kebahagiaan abadi
…

