Simply da Flores
- Sunyi
Aku mengembara mencari sunyi
pada bentangan padang rumput ilalang
pada bukit dan gunung terpencil
pada hutan rimba belantara
pada pantai, ombak gelombang samudra
Namun,
tidak pernah dijumpai sunyi
Lalu aku terus mencari sunyi
kudatangi pondok di ladang petani
dijumpai para nelayan tradisional
kutemui para buruh dan pemulung
Dari dusun kampung dan desa kutelusuri
Dan
kudengar cerita bahwa sunyi ada melintas
menuju ke kota dan metropolitan
Sunyi pun mengembara mencari
“adakah tempat tinggal baginya”
- Sepi
Sang sepi menepuk dada bangga
karena kekuasaannya semakin luas
hampir penuhi seantero ruang dan waktu
Sepi melukis kisah dalam sejarah
Sepi menulis warna peradaban manusia
Sepi merasuk jiwa raga
dengan tanya yang terus menjelma
Sepi juga lahirkan gugatan hakiki
“Siapakah aku ini
Dari mana saya datang dan ke mana aku pulang
Mengapa saya ada dan menjelma”
- Hening
Langkahku lelah berkelana
kurebahkan diri dalam jedah
Kubisik lirih pada angin sepoi
“sampaikan rinduku pada sunyi
bawakan pesan dambaku pada sepi”
Dalam lelap tidur dan mimpiku
Sunyi dan sepi datang memelukku
lalu mereka sadarkan nalarku
“Sunyi itu dirimu dan tanyamu
Sepi itu bagian jiwa ragamu
Sejatinya kami
selalu iringi desah nafasmu dan desir darahmu”
Cukup siapkan jedah hasratmu
Lihatlah telapakmu di atas debu tanah
Lalu pandanglah cahaya dan gulita
Katakan bahwa ‘aku ada dan menjadi’
“Setiap hari hanya satu menit saja
Saat bangun pagi
buka matamu dengan terima kasih
jedah nafasmu setengah menit
Ketika malam hendak tidur
pejamkan mata dengan ucapan syukur
hanya setengah menit juga
Hening satu menit setiap hari”
…

