Simply da Flores
…
Sang Bayi Natal berkelana
kebingungan mencari gua kelahiran-Nya
karena di sana berserak reruntuhan puing permusuhan
Perang egoisme terus beranak-pinak
antara Palestina dan Israel
yang mengklaim kebenaran atas dasar sejarah keturunan
Bahkan
berperang atas nama Allah-nya masing-masing
“Kami adalah bangsa pilihan Allah
Kami pewaris tanah perjanjian ini
Kami pemilik Mesias – Emanuel Sang Raja Damai”
Lalu
perang dan membunuh sesama terus dihalalkan
Sang bayi Natal
merana di tengah kelimpahan dunia
terasing dari tempat lahir dan tanah asalnya
Sang bayi Natal
menjadi musyafir lintasi sejarah
mengemis dan terkapar di halaman istana pribadi manusia
Bertualang dari dusun udik ke desa dan kota
menyibak belantara gemerlap kreasi manusia
menawarkan terang cahaya sejati
mengetuk setiap pintu hati insani
Namun,
semakin tidak ada tempat bagi Bayi Natal
karena berbeda zaman dan kepentingan
karena memang tak ada yang mau miskin merana di kandang sunyi
Manusia menciptakan Bayi Natal
yang gemerlap dan keemasan
yang mewah dan penuh kuasa
yang memuaskan nafsu selera
Bayi Natal adalah revolusi misteri Ilahi
dalam sejarah manusia di bumi
Tetapi
kehendak bebas manusia berkreasi
rasionalitas manusia terus berinovasi
Bahkan
manusia pun membuat revolusi melawan Sang Ilahi
dengan kecanggihan ilmu dan teknologi
lahirkan bayi Natal kreasi insani
Bayi Natal itu…
terlahir miskin papa di kandang hewan dan dibaringkan dalam palungan dengan balutan kain lampin
Hidup di keluarga sederhana dan menderita sengsara hingga mati disalibkan
Tetapi…
hari lahirnya menjadi pesta dunia
hadir di gedung mewah dan dirayakan dengan pesta pora
Dipuja dan disembah sebagai Sang Juru Selamat
lalu didandani aneka ritual dan kemegahan organisasi manusia
“Sebuah revolusi manusia melawan revolusi Ilahi”
Maklumat dalam buku suci
ditulis dan terus dibacakan berulang
Di tengah sejarah budaya kepentingan
fakta kemiskinan dan ketidakadilan
Iri dengki dendam permusuhan
Perang, penindasan dan penghancuran lingkungan
Bahkan
di tempat kelahiran Sang Bayi Natal
terus berkecamuk perseteruan senjata
ditimpa reruntuhan dan puing kesombongan
“Manusia terus beranak pinak dan buas
Alam lingkungan semakin sempit dan kritis rusak
Immanuel Sang Raja Damai
antara kata, harapan dan tanya
Manusia terus berperang dengan misteri”
…

