Simply da Flores
…
Semesta mencatat fakta pasti
bahwa setiap anak manusia terlahir
tidak meminta dan tidak mengatur
Dan
setiap individu terlahir telanjang
Tanpa tahta
Tanpa harta
Tanpa sarana dan dana
Hanya jiwa raga sahaja
Lalu…
sesama mendandani aneka data
budaya mewariskan beragam cerita
agama melukiskan bermacam nama
Negara mewarnai dengan pelangi arti dan makna
“Ketelanjangan dibalut kata dan angka”
Aku, engkau dan dia
Kita, kami, kamu, mereka
Semua yang telanjang jiwa raga
ada kotak-kotak ruang berwarna
Satu, dua, tiga, sejuta
ada hitungan makna harga
semua pribadi berpakaian angka dan kata
Lalu,
relasi diikat dengan kata dan angka
gerak kaki tangan dipandu warna warni
Agar
semua bangga tidak telanjang
menciptakan kisah cerita
Kaki meraih wajah matahari
Kepala tunduk mencium debu tanah
Berlari menghindari sengat kematian
“Aku ingin bersembunyi dan hidup kekal abadi”
Pada mulanya telanjang…
lalu hidup menjadi ziarah ketelanjangan
Namun,
sejarah menulis pikiran insani
untuk terus menutup ketelanjangan diri
dengan kata-kata dan angka
dengan aneka kisah dan cerita
dengan gonta-ganti warna
dengan kreasi arti dan makna
dengan ragam bahasa dan sarana
dengan adat budaya dan agama
dengan deretan jawaban atas tanya
Tetapi
debu tanya dan cahaya Surya
tetap melihat kita telanjang
sedangkan semua yakin mampu bersembunyi
dan sanggup menutupi jiwa raga
dengan kata dan angka
Pada mulanya telanjang
dan kita semestinya telanjang
Berkelahi dengan ruang dan waktu
agar tetap bersih dan telanjang
suci lahir dan di dalam batin
sehingga saatnya mati dan kembali
menghadap asal matahari dan bumi
Kita benar-benar telanjang…
tanpa warna-warni kreasi ilusi
tanpa kata-kata menipu diri
tanpa angka-angka beban pribadi
yang mengotori hakikat diri
Pada mulanya telanjang…
dan sejarah peradaban adalah perjuangan bersembunyi
Membalut jiwa raga dengan kata dan angka
karena malu pada matahari dan bumi
Dan
hari ini semakin nyata adanya
manusia memasuki asal tujuannya
“kita sedang menelanjangi diri sendiri
dengan kemajuan ilmu dan teknologi
yang membuka semua topeng wajah
yang menyibak segala rahasia pribadi
yang membeberkan semua cerita misteri
Juga dengan angka dan kata
bahwa
Kita memang hakikatnya telanjang
di atas telapak cahaya
dan sorot mata debu tanah”
…

