Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Aku telah menenun
buah pinggangmu di
dalam rahim Ibumu, dan
namamu pun tertulis di
dalam telapak tangan-Ku.”
(Sabda Sang Ilahi)
Sebuah Janji Abadi
Tuhan kita sungguh tidak pernah ingkar janji. Ia adalah Sang Setia, karena janji-janji-Nya pun bersifat kekal nan abadi.
Dengan sangat indah dilukiskan, bahwa “Aku telah membentuk dan menenun buah pinggangmu di dalam rahim Ibumu.” Inilah sebuah janji yang indah dan bersifat abadi.
Anda Unik dan Spesial
Tuhan telah menciptakan manusia secara sangat unik dan spesial. Sungguh tidak ada seorang pun yang sama di antara semua manusia ciptaan-Nya. Ya, sungguh mereka diciptakan dengan sangat unik dan spesial.
Isi Surat untukmu Itu
Setelah Allah menciptakan makhluk manusia, Ia pun bersabda, “Sungguh, amat baik adanya.” Maka, diciptakan-Nya mereka, pria dan wanita.
Engkau telah diciptakan secara unik dan indah. Tuhan telah berjanji akan memberkati langkah hidupmu. Dengan kasih dan kesetiaan-Nya yang kekal, Ia akan membimbing dan mendampingi langkah hidupmu. Bahkan Ia berjanji akan tetap setia menyertaimu hingga ke akhir zaman.
Pengkhianatan pun Berbuah Kasih
Ketika manusia pertama, Adam dan Hawa mengingkari janji setia Tuhan, maka seketika mereka terusir dari Taman Eden. Namun Tuhan tetap setia pada janji-Nya.
Dampak Pengkhianatan Manusia
Kepada Ular, simbol si penggoda dikatakan, “Engkau akan merayap dengan perutmu dan debu abu akan jadi makananmu.”
Kepada Adam dikatakan, “Karena engkau telah tergoda oleh bujuk rayu istrimu, maka engkau akan bekerja keras dan membanting tulang demi menafkahi hidupmu.”
Kepada Siti Hawa, “Maka, dengan susah paya engkau akan mengandung dan melahirkan anakmu ke dunia.”
Pengampunan dan Kasih Tuhan
“Deus Caritas est,” Allah itu adalah Kasih. Kasih Allah telah melampaui kedosaan manusia. Kasih Tuhan lebih kuat dan dasyat dibandingkan dengan dosa manusia.
Secara rohani dan historis, bukankah Ia telah rela mengutus Putra Tunggal-Nya demi menebus dosa kita? Yesus Kristus, Sang Emanuel yang telah menjelma (inkarnasi) jadi manusia dan bahkan sudah sudi tinggal di antara kita.
Kasih nan Abadi
Bukankah inti dari isi surat dari langit adalah, kamu adalah kekasih-Ku yang telah Kukasihi hingga kekal. Aku pun akan setia menyertai kamu hingga ke akhir zaman.’
Konklusi
“Kasih dan pengampunan dari Tuhan adalah spirit utama dari hidup kita!”
Wolotopo/Ende, 20 Juni 2025

