Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Kamu ingin senjata?
Kita ada perpustakaan.
Buku adalah senjata terbaik di dunia.
Ruangan ini gudang senjata terhebat yang bisa kita miliki.
Persenjatai dirimu!”
(Russell T Davies)
…
Kondisi Riil Negeri Kita
Tulisan ini berupa himbauan untuk memotivasi, khusus dipersembahkan kepada masyarakat dan bangsa kita.
Sudah tidak asing dan aneh, jika dari generasi ke generasi kepada kita dihimbau, agar memiliki naluri berupa spirit untuk membaca buku alias memiliki ‘budaya kutu buku.’
Bahkan Indonesia, negeri besar nan elok permai ini, ternyata sungguh memprihatinkan, karena masyarakat kita faktanya sangat enggan untuk membaca buku.
Bahkan di Asia Tenggara, kita justru menempati posisi paling buntut perihal tidak berminat dalam aktivitas membaca buku.
Seruan Russell Davies
Russell T Davies, lewat amanat agungnya yang dikemas berupa sebuah motivasi hidup agar kita memiliki budaya membaca.
Dalam himbauannya itu, setidaknya terdapat ‘lima butir amanat’ yang perlu kita sadari.
Kelima Butir Amanat
Amanat pertama, berupa sebuah tawaran, ‘kamu ingin senjata?’
Amanat kedua, berupa statemen, ‘kita berada di sebuah perpustakaan.’
Amanat ketiga, berupa sebuah penegasan, ‘buku adalah senjata terbaik di dunia.’
Amanat keempat, berupa penawaran, ‘ruangan ini gudang senjata terhebat yang bisa kita miliki.’
Amanat kelima, berupa sebuah perintah, ‘persenjatai dirimu!’
Dari kelima butir amanat beliau, berupa: sebuah pernyataan, penegasan, dan perintah, semuanya itu berorientasi dan berujung pada motivasi, agar kita mau membaca buku dan bahkan memiliki perpustakaan.
Buku: Jendela Dunia
Seluruh umat manusia di atas bumi ini telah bersepakat, bahwa keterampilan dan budaya membaca buku adalah kunci kemajuan sebuah bangsa.
Bangsa yang membaca buku adalah bangsa yang berbudaya luhur, karena dari proses membaca, warganya memperoleh aneka informasi penting perihal hidup dan kehidupan ini.
Lewat media buku kita dapat bersua dengan sesama lewat aneka gagasan: budaya, kearifan lokal, filosofi, dan aneka keunikan lainnya.
Dengan demikian, kita sangat diperkaya. Lewat proses membaca buku, kita digadang ‘bagai membuka jendela dunia.’
Buku: Senjata Terbaik
Sungguh buku itu adalah senjata terbaik di dunia. Lewat dan dari amanat sebuah buku, kita telah dipersenjatai dengan aneka kekayaan, berupa ilmu pengetahuan, dan keterampilan hidup.
Jika tanpa memiliki senjata pemungkas hidup, bagaimana mungkin kita dapat menghadapi aneka realitas hidup yang menantang dan penuh persaingan ini?
Tentu kita segera kalah dan terkapar merana, karena kita tidak memiliki senjata pemungkas itu.
‘Membaca,’ bahkan juga diperintahkan lewat ranah suci keagamaan. Mengapa? Di sana kita dapat bersua hati dengan Sang Dia yang telah mewahyukan Diri juga lewat tulisan.
Mari, segera kita miliki senjata pemungkas terbaik itu, ialah spirit membaca!
…
Kediri,ย 26ย Oktobetย 2024

