| Red-Joss.com | Di balik foto dan gambar kita ada kisah dan ceritanya. Di balik yang kita rasakan dan pikirkan, juga ada kisah dan ceritanya. Dalam setiap langkah hidup kita, ada kisah dan ceritanya. Bahkan, ketika kita tidur dan bermimpi, ada juga kisah dan cerita yang bisa diceritakan. Intinya, kita bisa mencipta kisah dan cerita.
Tidak usah takut berbagi kisah dan cerita. Tidak sedikit, kisah dan cerita kita bisa memotivasi, menyemangati, dan menginspirasi orang lain. Itulah sebabnya, sebelum kita menciptakan kisah dan cerita, kita bertanya pada diri sendiri.
“Apakah kisah dan cerita ini berguna bagi yang lain? Atau, berdampak positif bagi hidup kita?”
Dengan bantuan perkembangan teknologi, kita bisa berbagi dengan cepat tentang kisah dan cerita kita. Bahkan, dengan vlog, video, blog, dan konten-konten yang bervariasi itu, kita aktif segera berbagi. Tentunya, pengetahuan kita ditambah dan cara mendapatkan informasi juga dimudahkan.
Aku termasuk salah satu yang begitu aktif untuk kapan saja dan di mana pun untuk mencipta kisah dan cerita itu. Sehingga secara otomatis, media saat ini berubah menjadi ‘buku diariku’.
Dulu para Santo dan Santa bisa menuliskan refleksi-refleksi yang indah dari ruang yang hening. Sekarang, di ruang yang ramai pun, kita bisa menulis dan mencipta kisah dan cerita.
Apa yang sudah ditulis itu menjadi harta kita, kenangan, dan pencapaian dari perjalanan hidup kita. Kadang, di waktu senggang, kita juga bisa tertawa, ketika memutar ulang kisah dan cerita-cerita itu.
Sahabat, bersiaplah untuk mencipta dan berbagi kisah dan cerita.
Kisah Tuhan Yesus yang ditulis oleh para pengarang Injil, juga berisi kisah dan cerita dari hidup-Nya, pengajaran-Nya, pengorbanan-Nya, dan dari kasih-Nya untuk kita semua. Kisah-Nya itu disebut sebagai Kabar Baik. Sebagaimana, setiap malam dan pagi, kita membiasakan diri membaca dan merenungkan Kabar Baik itu, kita pun mampu mencipta kisah untuk dibagi-bagikan.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

