Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Kerja sama bisa juga belajar untuk maju”
(PK Ojong)
Apa itu Persuasi?
Adalah sebuah seni, bagaimana cara Anda memengaruhi orang lain untuk menerima ide, pendapat, atau tindakan tertentu. Hal ini dapat terjadi lewat komunikasi verbal atau nonverbal dan menyertakan penggunaan berbagai teknik yang membuat orang lain setuju atau mau melakukan sesuatu sesuai keinginan kita. Dengan kata lain, persuasi adalah sebuah ‘bujukan atau ajakan halus.’
Seni Berpersuasi
Seni berpersuasi itu sesungguhnya bukanlah keterampilan baru. Juga tidak terkait dengan generasi atau usia tertentu. Bukankah para remaja pun piawai dalam merayu orangtuanya, agar ia bisa pulang malam atau membeli mainan impiannya, ketika kecil dahulu? Sekarang, persuasi jadi semakin sulit bukan karena orang makin bodoh, melainkan karena makin banyak orang merasa sudah cukup pintar. Demikian Eileen Rachman & Emilia Jakob, konsultan SDM. Kompas, Sabtu Minggu (17-18 Januari 2026).
Konsep Persuasi Menurut Aristoteles
Lebih dari 2000 tahun lalu, filsuf Aristoteles merumuskan inti keterampilan berpersuasi melalui ‘tiga konsep’ sederhana, yaitu ‘ethos, pathos, dan logos.’
Ethos, berbicara tentang siapakah kita di mata orang lain. Bukan jabatan, bukan pula usia, melainkan apakah kita dianggap matang, konsisten, dan dapat dipercaya?
Pathos, menyentuh wilayah emosi, apakah orang merasa aman, ketika mendengar kita berbicara, merasa dimengerti kebutuhannya, terhubung dengan narasi yang disampaikan, sehingga mendukung penerimaan ide?
Sementara itu, logos adalah logika, tapi logika yang relevan bagi pendengar, bukan sekadar logika yang benar menurut pembicara.
Konteks Berpersuasi di dalam Hidup Kita
Konteksnya ialah ‘bagaimana kemampuan kita untuk memengaruhi orang lain, agar menerima ide atau pendapat kita. Untuk itu, berpersuasi biasanya digunakan lewat sarana bahasa, emosi, logika, dan kredibilitas yang meyakinkan orang untuk menyepakati apa yang kita inginkan.
Dalam konteks lain, berpersuasi adalah sebuah seni (art), yang digunakan dalam aneka bidang, antara lain pemasaran, politik, pendidikan, dan dalam hubungan interpersonal.
Ada Beberapa Teknik Persuasi yang Lazim Digunakan
- Memanfaatkan aspek emosi untuk memengaruhi sebuah keputusan.
- Tampilkan data dan fakta yang meyakinkan demi mendukung sebuah argumen.
- Memanfaatkan aspek kredibilitas dan otoritas.
- Menampilkan tawaran yang memikat hati dan relevan.
Refleksi
- Jadi, dapat dikonklusikan, bahwa “Persuasi adalah proses memengaruhi pihak lain untuk menerima dan menyepakati ide, pendapat, atau tindakan tertentu.
- Ingatlah, bahwa hal ini hanya terjadi lewat proses komunikasi verbal ataupun nonverbal sehingga pihak lain pun menyetujuinya.
“Loquere Cum Corde Tuo”
(Berbahasalah lewat gerbang hatimu)
“Lingua Sapiens, Arma Victrix“
(Bahasa yang arif adalah senjata penakluk)
…
Kediri, 18 Januari 2026

