“Perubahan itu abadi agar terus menerus kita memperbaiki diri dan hidup makin baik.” -Mas Redjo
Jika hidup ini tidak bertambah baik, saatnya kita refleksi diri dan segera mereformasinya!
Caranya adalah, dengan intens kita berkomunikasi dengan diri sendiri agar hidup kita terarah dan fokus pada tujuan hakiki.
Tidak untuk ditunda, tapi agar kita segera membuang kemalasan dan ke luar dari zona kenyamanan diri.
Sejatinya, hidup ini adalah untuk mewujudkan rencana demi rencana agar jadi nyata. Apa artinya hidup ini, jika tidak mempunyai rencana dan tujuan yang pasti?!
Tidak ada kata terlambat atau malu untuk berubah dan memperbaiki diri menuju arah yang baik, benar, dan hidup berkenan bagi Tuhan!
Kita memulai semangat perubahan itu dari diri sendiri, baik dengan keluarga dan tetangga lingkungan yang terdekat.
Coba berefleksi untuk melihat perkembangan hidup sendiri, mulai dari bidang pekerjaan, hubungan dengan keluarga, tetangga, dan seterusnya. Apakah hidup kita makin baik dan hubungan dengan mereka kian akrab serta guyup?
Sejatinya kita membuat rencana itu untuk diwujudnyatakan dengan komitmen, konsekuen, konsisten, dan kontinyuitas.
Perubahan diri ke arah yang baik dan benar itu secara otomatis juga meningkatkan kualitas hubungan kita dengan keluarga, sesama, dan Tuhan.
Dengan menanggalkan keegoisan diri, kita membangun pribadi yang rendah hati. Hidup makin baik dan berkualitas, karena kita diciptakan secitra dengan Sang Pencipta.
Mas Redjo

