| Red-Joss.com | Perlahan, tapi pasti anggapan saya tentang Pak BD itu luruh, setelah mendengar penjelasan langsung dari anaknya, NW.
Jika bepergian, Pak BD senang naik angkutan umum itu tidak berarti anak-anaknya cuwek dan tidak peduli. Alasan beliau adalah ingin aktif bergerak, supaya tubuhnya sehat dan tidak cepat pikun.
Kebiasaan naik mikrolet membuat Pak BD dikenal dan akrab dengan sopir mikrolet. Adalah hal biasa, jika beliau diantar sopir mikrolet hingga ke tokonya yang tidak jauh dari pangkalan itu. Karena beliau selalu membayar lebih sebagai tipnya.
Sesungguhnya yang membuat saya terinspirasi Pak BD, karena beliau rendah hati dan selalu memotivasi serta berbagi ilmu pada orang lain agar sukses. Beliau pun memotivasi saya untuk menekuni pemasaran dengan kesungguhan hati. Karena hasilnya luar biasa. Alasan beliau agar saya menggaji diri ini sesuai keinginan sendiri.
Tidak hanya itu, kepedulian Pak BD pada warga sekitar rumahnya itu membuat saya menaruh hormat setinggi-tingginya pada beliau yang memberdayakan ekonomi umat. Beliau juga sering mendampingi mereka dalam berwirausaha. Alasan beliau sederhana, materi itu tidak dibawa mati, lebih bijak itu berbuat baik untuk investasi rohani.
Jujur, saya akui, Pak BD tidak hanya menginspirasi, tapi juga panutan saya dalam hidup berumah tangga. Khususnya dalam membangun nilai Kristiani sebagai warisan iman, ketimbang warisan materi yang mudah hilang dan habis.
Meski Pak BD telah lama tiada, tapi beliau tetap hidup di hati saya.
Semoga saya mampu mewariskan teladan Pak BD dalam keluarga, khususnya pada anak-anak saya. Hidup rukun dan saling mengasihi satu sama lain didasari semangat iman Kristiani.
Tuhan memberkati.
…
Mas Redjo

