Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Kesempurnaan sejati
hanyalah milik Allah.”
(Sabda Kehidupan)
Hukum Kehidupan
Sesuai dengan prinsip dasar dari ‘hukum alam dan hukum kehidupan’ bahwa segala sesuatu itu saling berpasangan demi saling melengkapi. Hal ini mengingatkan kita pada prinsip filsafati Cina kuno, ‘yin – yang,’ yang walaupun berbeda, namun akan saling memuat dan melengkapi, dan bukannya saling memotong.
Pasangan-pasangan Abadi
Siang dan malam, terang dan gelap, susah dan senang, kaya dan miskin, suci dan dosa, awal dan akhir, bodoh dan pintar, baik dan buruk, kuat dan lemah, asli dan palsu, hidup dan mati, Surga dan Neraka, dan seterusnya.
Sanggupkah seseorang di antara kita yang akan meniadakan atau membantah dan mengubah realitas dari jalinan keabadian dari pasangan-pasangan ini?
Masih ingatkah akan kisah spektakuler, hal penciptaan alam semesta (langit dan bumi), sesuai dengan pesan Al Kitab?
‘Pada awal mula Allah menciptakan langit dan bumi. Ada pun bumi itu kosong. Roh Allah pun melayang-layang di atasnya. Lalu Allah menciptakan terang dan gelap, siang dan malam, … dan Allah melihat, bahwa semuanya itu, baik adanya.’
Realitas Abadi
Ada pun pasangan-pasangan ini bersifat tetap dan saling melengkapi. Eksistensi ini sudah merupakan sebuah realitas abadi. Makhluk manusia sudah bersiklus di dalamnya.
Refleksi bagi Manusia
Setelah manusia menyadari dan memahami akan realitas serta eksistensi dari pasangan-pasangan abadi yang tidak terpisahkan ini, maka secara rohani dan spiritual, semoga dalam hidupnya, manusia dapat merefleksikan keberadaan dari pasangan-pasangan ini serta mampu mensyukurinya.
Secara rohani dan spiritual pula manusia menyadari, bahwa kesempurnaan ini hanyalah ekspresi dari Sang Dia yang telah menciptakan seluruh realitas ini.
Semoga lewat eksistensi dan kesempurnaan dari pasangan-pasangan abadi ini, maka manusia kian menyadari akan kehadiran Tuhan di dalam hidup mereka.
Tatkala manusia mengangkat kepala dan menatap angkasa raya, maka terucaplah dari mulut sadarnya, “Sungguh Agung Engkau, ya Allah.”
“Maka, seluruh isi alam ini adalah ekspresi dari eksistensi Allah!”
Wolotopo/Ende, 10 Juni 2025

