“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang” (Mat 24: 42).
Salah satu hal yang berada di luar kendali kita adalah kematian. Setiap orang pasti akan mengalaminya, tapi tidak ada yang tahu kapan itu akan terjadi. Namun, yang terpenting itu bukanlah kapan kematian itu datang, melainkan bagaimana kita menyiapkan hati ini.
Tuhan meminta kita untuk senantiasa berjaga-jaga. Kematian itu memang tidak dapat kita kendalikan, tapi sikap untuk menghadapinya ada dalam kendali kita. Oleh karena itu, kita tidak perlu takut atau khawatir secara berlebihan. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita hidup dalam kesiapan rohani setiap hari.
Berjaga-jaga berarti hidup dalam keadaan rahmat, menjaga relasi dengan Tuhan melalui doa, sakramen, dan Kitab Suci. Berjaga-jaga juga berarti waspada terhadap godaan, tidak menunda pertobatan, dan setia dalam melaksanakan kehendak-Nya. Seperti dalam perumpamaan hamba yang bijaksana, kita pun dipanggil untuk menjalankan tugas hidup kita dengan penuh tanggung jawab. Jika kita setia, maka Tuhan akan menyambut kita dalam kasih-Nya yang kekal.
Sr. M. Juanita, P. Karm
Kamis, 28 Agustus 2025
1 Tes 3:7-13 Mzm 90: 3-4.12-14.17 Mat 24: 42-51
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

