Fr. M. Christoforus, BHK
“Tak ada yang abadi, selain perubahan itu sendiri.”
(Anonim)
…
Panta Rhei: (Heraclitus)
Kini, saya kembali teringat akan puncak sebuah permenungan dan endapan butiran refleksi filsafati dari filsuf agung, Heraclitus, ‘panta rhei’, bahwa semua akan mengalir dan berubah. Tak ada yang tetap dan abadi!
Juga saya teringat dengan sepenggal tuturan kekal yang senada dari Sang Maha Raja segala Raja, Yesus Kristus, bahwa “langit dan bumi pun akan lenyap, tetapi sabda-Ku akan tinggal menetap.”
Refleksi Pagi Hari Ini
Pada pagi hari ini, Minggu, 4 Agustus 2024, pukul 07.00, saat saya melangkah santai di halaman Biara, spontan saya teringat akan sebuah fakta abadi, adanya hukum kehidupan, bahwa hidup ini kelak akan berakhir.
“Semuanya akan Berakhir.”
Ya, amin, sungguh, credo! Semuanya sungguh akan berakhir!
Hidup yang Direfleksikan
Sang bijaksanawan mengajarkan kita, bahwa hidup yang tidak direfleksikan adalah sepotong hidup yang sia-sia.
Memahami Makna Hidup
Di gerbang sebuah Kuil kuno di Athena, Yunani tertulis seuntai kalimat, ‘Nosce te Ipsum’, artinya kenalilah dirimu sendiri.
Bagaimana hidup ini akan bermakna, jika ternyata Anda dan saya tidak pernah mau merefleksikannya?
Bukankah manusia adalah makhluk rohani juga? Bagaimana kita bisa menemukan sebuah titik simpul dan ujung serta pangkal dari seutas tali, jika kita tidak pernah merentangkan tali itu?
Bagaimana kita bisa mengetahui di mana titik ujung dari seutas tali itu, jika ternyata tali itu tetap utuh tergulung?
Mengapa Kita perlu Mengenal Diri?
Mengenal tujuan dan akhir dari hidup serta kehidupan kita ini adalah sebentuk kesadaran tinggi bagi sang manusia.
Karena hanya lewat gerbang sebuah kesadaran, manusia akan mengenal siapakah diri sejatinya ini. Dan dari sanalah akan melahirkan sebuah takhta singgasana yang bernama kebijaksanaan itu.
Di dalamnya, juga termasuk kesadaran kita untuk menyadari, bahwa kehidupan ini memiliki sebuah gerbang, yang bernama gerbang akhir kehidupan.
Pada suatu titik kelak, yakni pada titik paling akhir itu, manusia akan melewati gerbang itu, dan dari situ pula, akan berakhirlah kehidupan ini.
Tetapi hendaklah Anda dan saya akan tetap terhibur oleh tuturan dari Sang Maha Kebenaran Abadi, “Aku akan setia menyertai kamu hingga ke akhir zaman.”
…
Kediri, 5 Agustus 2024

