Meditasi kerja harian dengan semangat Via Crucis (Jalan Salib) Sang Pamarto (Sang Penyelamat), agar tiap gerak jadi ibadah yang menghidupkan (urup).
Doa Pembuka: Oh, Sang Pamarto: Jalan Bakti dan Kesembuhan.
“Di hadapan-Mu, Sang Pamarto yang memanggul salib dunia, kurendahkan hatiku. Hari ini, setiap kerjaku adalah langkah pencarian wajah-Mu.”
- Perhentian Penyembuhan (Minum Herbal dan Rendam Kaki)
Sejenak teringat saat kaki-Mu didera dan menempuh jalan berdebu. “Tuhan, saat aku meminum herbal dan merendam kaki demi kesehatan, aku mohon sentuhan-Mu yang menyembuhkan. Kiranya segala racun dan sakit luruh dalam air ini, digantikan oleh kekuatan baru. Biarlah raga ini sehat agar tetap kuat melayani-Mu.”
- Perhentian Pertumbuhan (Menanam Pohon)
Sejenak teringat pada kayu salib yang ditanam di bukit Golgota. “Saat tanganku menyentuh bumi untuk menanam, aku menanam harapanku. Sebagaimana pohon ini tumbuh, biarlah hidupku pun tumbuh jadi ‘urup’, nyala yang memberi manfaat dan keteduhan bagi sesama. Biar akarku menghunjam dalam kasih-Mu.”
Doa Penutup
“Sang Pamarto, Engkau yang telah menempuh Via Crucis hingga kemenangan. Sertailah aku dalam salib harian ini. Berilah aku kesehatan yang utuh dan hidup yang ‘urup’, hidup yang menyala dan berguna bagi dunia. Amin.”
Berkah Dalem.
Jlitheng

