Red-Joss.com | “Berikan kesempatan itu pada yang muda. Saatnya yang tua mengalah dan mundur.”
Saran atau nasihat teman itu tidak segera saya respon, tapi saya cerna dan merenungkannya.
Apa yang dikatakan oleh teman itu saya akui sebagian kebenarannya, tapi tidak secara keseluruhannya.
Maaf, bukan berarti anti regenerasi
atau estafet kepemimpinan, tapi hal itu harus dilihat urgensi dan kemampuan calon penggantinya itu.
Jujur, saya akui kemampuan anak zaman now itu lebih cekatan dan mumpuni, dibandingkan dengan angkatan saya yang manula ini. Tapi saya menang pengalaman, dibandingkan dengan mereka.
Selain itu, saya perhatikan banyak anak muda yang bekerja secara buru-buru, tapi eksekusinya lemah dan tidak menggunakan hati. Bahkan minim diplomasi bisnisnya. Tidak heran, jika banyak pelanggan itu jadi kaget atau tersinggung, sehingga mereka pindah ke tempat lain.
Tidak sedikit juga anak muda yang menginginkan hasil secara instan dan ingin pelanggan kakap, sedang pelanggan kecil kurang dihiraukan. Padahal pelanggan kecil atau kakap itu aset yang membesarkan perusahaan.
Jika saya belum mau mundur, tapi tetap aktif berbisnis itu, karena banyak alasan, di antaranya:
Saya ingin mematangkan calon pengganti saya dalam membangun seni diplomasi dengan pelanggan, baik pelanggan besar atau kecil, tapi juga dengan pemasok barang. Trik-trik bisnis dan cara mengambil keputusan secara bijak, elegan, dan menguntungkan kedua pihak. Cara membangun usaha yang didasari oleh pengalaman, tapi tidak didapat di bangku kuliah.
Saya ingin bertemu pelanggan itu tidak sekadar untuk berbincang atau berbagi trik wirausaha. Tapi sebagai obat kangen merabuk jiwa, juga menyemai semangat dan harapan agar usaha mereka maju.
Saya ingin terus bergerak aktif agar tidak cepat jadi pikun. Dengan bepikir, bekerja, dan berbagi tulisan yang bermanfaat bagi orang banyak.
Saya ingin ‘tut wuri handayani’, mengikuti anak-anak dari belakang dan memompa semangat juang mereka jadi pribadi yang tegar, mandiri, dan sukses.
Teruslah berbagi dan menginspirasi agar tidak cepat pikun.
…
Mas Redjo

