Menjadikan baru atau membuat pembaruan itu selalu tidak mudah. Banyak orang senang dan menikmati yang lama, meski sudah jelas tidak ada kemajuan. Karena itu, untuk sebuah pembaruan dibutuhkan kesadaran akan perlunya perubahan; meninggalkan yang lama dan membuka diri terhadap hal yang baru. Proses ini membutuhkan semangat, tekad, dan komitmen untuk berjalan bersama membangun dunia yang baru.
Dalam karya-Nya, Yesus berusaha membuat pembaruan. la hendak mengubah cara beriman orang Yahudi yang mengandalkan aturan-aturan tanpa kasih; terjebak dalam legalisme yang kaku, di mana aturan-aturan jadi lebih penting daripada hubungan kasih dengan Tuhan dan sesama. Yesus hendak mengubah paradigma ini, mengajarkan, bahwa inti dari iman adalah kasih. Kasih yang tulus itu melampaui sekadar kepatuhan pada aturan, dan jadi identitas sejati dari pengikut-Nya. Caranya dengan menghidupi kasih sebagai tanda nyata, bahwa kita adalah murid-murid-Nya. Yesus bersabda, “… semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, jikalau kamu saling mengasihi.”
Pewartaan Yesus inilah yang dengan penuh semangat diwartakan oleh Paulus dan Barnabas. Mereka memberitakan Injil kasih yang mendamaikan, membawa pesan, bahwa Tuhan sedang menjadikan segala sesuatu baru melalui kasih Kristus. Mereka menghadapi tantangan dan perlawanan, namun mereka tetap teguh dalam mewartakan kasih yang adalah jalan menuju pembaruan sejati. Kasih yang mereka sampaikan bukan hanya untuk mengubah individu, melainkan juga untuk memperbarui komunitas, mendamaikan hubungan, dan membawa kedamaian di tengah dunia yang terpecah.
Sebagai pengikut Yesus, kita juga dipanggil untuk selalu memperbarui diri. Setiap hari adalah kesempatan untuk meninggalkan cara-cara lama yang tidak lagi sesuai dengan kasih Kristus dan untuk menerima hidup yang baru di dalam-Nya. Pembaruan ini tidak hanya terjadi sekali, tetapi merupakan proses terus-menerus yang membutuhkan keterbukaan hati dan keberanian untuk berubah. Melalui kasih yang kita tunjukkan, kita jadi saksi, bahwa Tuhan benar-benar sedang menjadikan segala sesuatu baru.
“Tuhan, baruilah hidup kami agar kami sungguh-sungguh menjadi tanda kasih-Mu di tengah keluarga dan masyarakat kami. Amin.”
Ziarah Batin

