“Menghidupi semangat peduli itu dari hati. Karena ikhlas itu tuntas.” -Mas Redjo
…
Berbuat baik dan amal kasih itu tanpa sekat, spontan, dan ikhlas. Utamakan dan dulukan, khususnya pada mereka yang miskin, lemah, dan difabel.
Salut, respek, dan hormat saya pada anak muda, SE yang November lalu dipilih dan diangkat sebagai Ketua Lingkungan itu.
Sebagai keluarga muda dan di sela kesibukannya bekerja itu dia rela membagi waktu untuk mengurus warga lingkungan.
Gebrakan awalnya cukup berhasil, ketika dia menerapkan landasan spiritual Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta (Ardas KAJ) untuk menyambut Bulan Keluarga 2024, yakni “Kepedulian lebih pada yang lemah dan miskin.”
SE berhasil menggerakkan anggota pengurus lingkungan untuk bangkit dan bersatu padu, setelah pandemi panjang serta minim kegiatan.
Kuncinya adalah, bicara dari hati ke hati dengan para anggota pengurus, bahwa kesatuan dan kemajuan umat itu jadi tanggung jawab bersama.
Tugas awal kepengurusan yang dipimpin SE adalah mendata ulang warga, mengenalkan pengurus baru, dan sekaligus untuk merajut tali silaturahmi.
Tidak hanya itu, warga senior yang sepuh itu dirangkul dan dimotivasi untuk bergabung dalam kegiatan dan sembayangan doa lingkungan. Mereka tidak ditinggalkan dan dilupakan, karena mereka adalah bagian dari kesatuan anggota Gereja.
Pengurus Lingkungan juga berbagi tugas untuk menjemput dan antar warga senior yang sepuh dalam kegiatan dan sembayangan. Sehingga umat Lingkungan makin kompak, bersatu, dan guyup untuk memuji dan memuliakan Tuhan.
Tetap semangat, karena kita alat-Nya!
…
Mas Redjo

