Kata orang bijak: “Jika ingin mengetahui karakter yang sebenarnya dari seseorang, maka berilah dia kekuasaan.” Pernyataan ini betul, ketika seseorang memegang sebuah kekuasan, di sana ada pilihan; entahkah untuk memerintah atau melayani.
Mendengarkan permintaan Ibu anak-anak Zebedeus, Yesus mengutarakan kriteria seorang pemimpin/penguasa sejati seperti tertulis dalam Injil Matius, “Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin jadi besar di antara kamu, hendaklah ia jadi pelayanmu” (Mat 20: 26).
Pesan penting untukmu:
- 1) Ingatlah, bahwa jabatan atau kekuasaan itu hanyalah sementara saja. Yang tersisa pada akhir sebuah kekuasaan adalah karaktermu yang membuat Anda dihornati atau dijauhi;
- 2) Semangat melayani itu tidak menghancurkan martabat dan kekuasaanmu, tapi makin membuat dirimu pantas dihormati, sehingga jadi berkat bagi orang lain;
- 3) Makin tinggi jabatanmu, kian besar kuasamu. Hendaknya hal itu membuatmu berbuat banyak untuk melayani sesamamu.
Akhirnya ingatlah, bahwa kuasa dan jabatan ity boleh berakhir, tapi semangat pelayananlah yang akan membuat dirimu dihormati dan dikenang sepanjang masa.
Monsignor RD Inno Ngutra

