“Jangan memanjangkan alasan agar kita tidak diperdaya dan dinina-bobokan si Jahat untuk jadi pemalas.” -Mas Redjo
‘Tidak ada rotan akar pun jadi’, pepatah petitih itu yang memotivasi saya menggunakan sepeda untuk mengantarkan novel ke penerbit buku yang alamatnya di perumahan JS, Kali Malang, Bekasi.
Alasan saya menggunakan sepeda, karena irit dan uang saya menipis. Saya dipinjami sepeda teman dan ditemaninya ke penerbit TP. Jarak kampung Dukuh Kebayoran Lama ke Bekasi yang 25 km itu serasa dekat, jika kami sambil ngobrol. Saya berharap novel itu dibukukan, dan honornya untuk tambahan biaya kuliah.
Pengalaman mengantar naskah novel (1984) menggunakan sepeda itu terulang lagi, saat krismon 1998.
Ketika itu saya sedang merintis berdagang kantong plastik. Tidak mempunyai motor tak menyurutkan semangat saya survei ke UMKM, dari kampung ke luar kampung berjalan kaki, atau menggunakan ojek.
Prinsipnya, fasilitas yang minim itu tidak membuat saya berkecil hati, pesimis, dan menyerah. Sebaliknya makin memacu saya untuk tetap semangat dan pantang menyerah. Masa depan adalah pilihan. Kita yang memutuskan cita-cita itu dan menjalani dengan optimis serta mewujudkannya.
Semangat berjuang dan pantang menyerah itu yang saya wariskan pada anak-anak, bukan fasilitas kemudahan dan materi. Karena saya sadar-sesadarnya, materi itu mudah ludes, jika tidak dikelola dengan baik dan benar. Dengan semangat juang agar anak tidak bermalas-malasan, jika ingin hidup berkecukupan dan mapan. Bekerja itu tidak harus gengsian. Tapi yang penting itu bekerja jujur dan halal.
Saya juga sering mengajak anak untuk mengirim barang, ketika hari libur sekolah. Saya menyewa mobil angkot. Tujuannya mengenalkan pada anak arti perjuangan hidup, srawung dengan pelanggan, dan menyenangi kewirausahaan.
Dalam bekerja atau berbisnis itu yang penting rajin ‘pendam duwit’ alias menabung. Membeli barang tidak didasari untuk memuaskan keinginan, tapi sesuai prioritas dan kebutuhan.
Menabung untuk modal, jika ingin berwirausaha. Bisa juga untuk menguatkan fondasi usaha dan investasi pengembangan jangka panjang.
Dengan melibatkan anak dalam berbisnis, tujuan utama saya untuk melatih anak agar senang bekerja, menghargai uang, mandiri, dan merasa memiliki usaha keluarga. Kelak, mereka bertumbuh jadi pribadi yang rajin bekerja, cekatan, ulet, dan bertanggung jawab.
Selalu berdoa yang terbaik bagi anak-anak membuat saya tidak was-was dan takut akan masa depan mereka. Berdoa menumbuh-kembangkan harapan itu jadi nyata. Penyertaan Tuhan itu hingga akhir zaman.
Mas Redjo

